"Ayah meninggal sudah 20 tahun pensiunan ASN. Setelah itu hampir setiap pagi saya mengantar mamak belanja ke pasar sentral. Berkeliling pasar membeli kebutuhan kedai yang akan dijual. Hal itulah yang dilakukan setiap hari. Jadi dengan banyak berjalan begitu mamak menjadi sehat ditambah lagi habis sholat subuh mamak sering berjalan berkeliling bersama kawannya", katanya.
Dibalik itu, sebelumnya ibundanya juga sempat down karena sebelas tahun setelah mendaftar haji belum juga berangkat haji. "Sudah sebelas tahun belum berangkat setelah mendaftar, ditambah lagi masa covid dan adanya ketentuan pembatasan usia umur diatas 60 tahun tak boleh berangkat ibu sempat down dan tahun ini alhamdulillah baru bisa berangkat", ungkap Sofyan.
Baca Juga: Disebut Titisan Ponpes Al Zaytun, Ponpes Al Kafiyah Bisa Stok Salat Seminggu
Bagi Marwati suasana duka di Tanah Suci sempat juga menyelimuti, saat rekan satu Kloternya wafat. Ada juga rekannya yang lain suami istri, terpisah ketika pulang dari melontar jumarat bertemu, saat keduanya sama-sama dibawa ke rumah sakit akibat terjadi insiden.
Ditanya terkait pelayanan petugas haji, Marwati mengaku pelayanan petugas sangat bagus, baik saat di Asrama Haji maupun di Tanah Suci yang terus mendapat pendampingan.
"Untuk makan dan fasilitas lainnya kayak toilet sudah memadai. Ketika makanan di hentikan itupun tak masalah kami bisa masak sendiri disana dengan kondisi ala kadarnya", pungkasnya.
Baca Juga: Jumat Curhat, Anggota Polri Tampung Aspirasi Warga
Anaknya Khairul sempat mengatakan, kepada Realitasonline.id, jamaah yang ingin memasuki ruang aula Jabal Nur tampak semrawut. Dia melihat jamaah yang baru tiba dari bandara sangat kelelahan, saat akan masuk ke ruang aula tampak berebut, ditambah lagi para keluarga penjemput berdiri, di area pintu masuk jamaah, jadi terhalang.
Dia meminta panitia haji agar membuat portal pembatas. "Ini saran pak, maunya panitia haji membuat portal pembatas dua jalur, satu untuk pria dan satu lagi untuk wanita. Ini saya lihat semrawut. Jamaah mau masuk ke dalam berebut, mana lagi keluarga jamaah yang mau menjemput semua berdiri dekat pintu masuk. Panitia menghimbau tak diharaukan," tukasnya.
Baca Juga: Walikota Amir Hamzah Sampaikan LPJ APBD TA 2022 ke DPRD Kota Binjai
Sementara Humas PPIH Debarkasi Medan H.Muhammad Yunus menerangkan, Kloter 5 ini membawa jamaah haji asal Kota Medan 228 orang dan Tanjung Balai sebanyak 118 orang ditambah PHD 3 orang dan Petugas pusat 5 orang sehingga total 354 jamaah.
Terdapat open seat 4 kursi dengan nomor manifest 121, 208, 268,269. "Adapun yang melakukan mutasi keluar 2 orang yakni Rosita Siddik Lubis manifest 267 (pindah ke Kloter 4) dan Abdul Hakim bin Yahya manifest 091 (wafat) dengan begitu terdapat jumlah perbedaan, saat berangkat berjumlah 356 jamaah dan saat kembali terisi 354 jamaah", terangnya.(IW)