Realitasonline.id | Ustaz Khalid Basalamah dalam sebuah ceramahnya mengingatkan supaya masyarakat Indonesia memperhatikan bacaan Al-Qur'an sesuai dengan makhroj dan tajwidnya.
"Contohnya surah Al Fatihah yang paling sering dibaca," ucap Ustaz Khalid Basalamah dilansir dari kanal YouTube Haidar TV.
Pertama, membedakan huruf ح kata Alhamdulillah. ح pada surah Al-Fatihah sifatnya tipis dan mengeluarkan angin dari sekitar mulut.
Baca Juga: Begini Kata Habib Ja'far kepada Gen Z yang Suka Rebahan, Nasihatnya Penting!
"Beda dengan ه /ھ yang lebih tebal terasa di dada saat mengucapkannya," kata Ustaz Khalid Basalamah.
Pasalnya, kata hamada menggunakan ح yang berarti segala puji.
Sementara hamada dengan ه /ھ artinya kematian.
"Lihatlah betapa bahayanya kalau kita tidak membaca seperti yang diinginkan oleh Allah. Segala puji bagi Allah bisa berubah jadi kematian bagi Allah," terangnya.
Begitu pula pada kata robbil alamin yang menggunakan ain (ع) bukan hamzah (ء atau ا).
"Oh, saya orang Indonesia ustaz. Nggak bisa fasih. Nggak bisa gitu. Kerjain aja antara hamzah dengan ain. Masa nggak ada bedanya sama sekali. Padahal secara arti beda jauh," tegasnya.
Robbil alamin yang memiliki makna Tuhan semesta alam.
Sementara, jika menggunakan hamzah artinya menjadi Tuhannya orang-orang sakit.