Realitasonline.id | dr Zaidul Akbar mengungkapkan bagaimana konsep tentang kalbu, misalnya ada yang kena kanker itu penyakit fisiknya.
dr Zaidul Akbar juga mengungkapkan bahkan kadang-kadang mikir ketika ada anak kecil bayi yang baru lahir tiba-tiba didiagnosa kena kanker atau tumor.
"Itu bukan karena dosa anak ini atau kesalahan anak ini kan nggak mungkin dia makan yang aneh-aneh sedangkan dia baru lahir," ungkap dr Zaidul Akbar dilansir dari kanal YouTube dr Zaidul Akbar Official.
Tetapi, dr Zaidul Akbar menjelaskan bahwa tumor ataupun kanker itu yang jadi masalahnya adalah yang dimakan secara jiwa dan emosi dari sang Ibu.
"Secara jiwa atau emosi yang dimakan oleh ibu maka anak dalam kandungan itu yang lebih fatal sehingga anak itu jadi korban," jelas dr Zaidul Akbar.
Lebih lanjut, dr Zaidul Akbar bilang anak itu menderita gara-gara makanan emosi yang terlalu besar yang didapatkan atau diasuh oleh sang ibu tadi.
"Contohnya tiap suaminya keluar sedang istri lagi mengandung pasti menaruh curiga jangan-jangan, gitu aja itu makanan termasuk kecurigaan itu makanan," ungkap dr Zaidul Akbar.
Sehingga kata dr Zaidul Akbar yang menderita itu adalah bayinya, masuk ke dalam curiga DNA.
"Itu ada babnya misalnya terasa terzhalimi atau dianiaya itu lain lagi ceritanya sang Ibu misalkan dia dari keluarga yang biasa aja suaminya orang kaya luar biasa dan tidak paham agama maka akan ada penindasan atau penganiayaan sikap yang dirasakan oleh ibu ini dari sang suami kalau suami nggak paham agama," ungkap dr Zaidul Akbar.
Baca Juga: Cuma Modal Kunyit! Hama pada Tanaman Akan Musnah Bahkan Lebih Banyak Buah daripada Daunnya
Kata dr Zaidul Akbar akhirnya ibu itu punya gen tertindas yang menderita. Makanya nanti doa sama Allah semoga nasabku di.
"Minta maaf, jangan itu terus lagi pada keluarga keturunan minta sama Allah begitu karena yang bisa mengakses masa lalu sama masa depan itu cuman doa," tegas dr Zaidul Akbar.