Bursa Asia Menghijau Setelah Terseret Koreksi Wall Street di Sesi Sebelumnya

photo author
Cut Yuliati, Realitas Online
- Selasa, 6 Februari 2024 | 13:17 WIB
Bursa Asia Terjerat di Zona Merah Setelah Terseret Koreksi Wall Street di Sesi Sebelumnya
Bursa Asia Terjerat di Zona Merah Setelah Terseret Koreksi Wall Street di Sesi Sebelumnya

realitasonline.id - Pada perdagangan hari ini. Selasa (6/2), pukul 08.21 WIB Bursa Asia dibuka menguat di pasar spot.

Baca Juga: Mayoritas Bursa Asia Bertengger di Zona Merah Didorong Investor Menunggu Keputusan Kebijakan dari Bank Sentral Utama

Di mana indeks Nikkei 225 melemah 0,63% ke 36.125,98. Berbeda, Hang Seng dibuka naik 0,20% ke 15.541,23.

Sementara itu, indeks Taiex naik 0,2% ke 18.096,07 dan indeks Kospi melemah 0,69% menjadi 2.573,33. Sejalan, indeks S&P/ASX 200 melemah 0,85% ke 7.563,7.

Baca Juga: Bursa Asia Cenderung Melemah Setelah Federal Reserve Memberi Isyarat Turunkan Suku Bunga

Di sisi lain, FTSE Straits Times naik 0,19% ke 3.128,28. Sedangkan FTSE Malay melemah 0,12% menjadi 1.509,52.

hal ini membuat Bursa Asia sebagian melemah pada perdagangan pagi ini setelah terseret koreksi Wall Street di sesi sebelumnya.

Baca Juga: Bursa Asia Mayoritas Melemah Jelang Keputusan Suku Bunga Federal Reserve

Selain itu, investor juga menanti keputusan suku bunga dari Reserve Bank of Australia (RBA).

Di mana, 29 ekonom yang disurvei oleh Reuters, dengan suara bulat memperkirakan RBA akan mempertahankan suku bunga di 4,35%.

Di Jepang, belanja rumah tangga turun lebih dari perkiraan pada bulan Desember, setelah turun 2,5% YoY dibandingkan dengan perkiraan ekonom sebesar 2,1% yang disurvei oleh Reuters.

Pendapatan bulanan rata-rata per rumah tangga di Jepang pada bulan Desember mencapai 1.099.805 yen, turun 4,4% secara nominal dan turun 7,2% secara riil dibandingkan tahun sebelumnya.

Bank of Japan (BOJ) mengatakan kenaikan upah yang berkelanjutan merupakan salah satu prasyarat untuk melonggarkan kebijakan moneter ultra-longgarnya.

Semalam di AS, ketiga indeks utama melemah karena imbal hasil US Treasury melonjak lebih tinggi di tengah kekhawatiran Federal Reserve mungkin tidak menurunkan suku bunga sebanyak yang diharapkan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Cut Yuliati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

CPNS ATR/BPN Dibekali Komunikasi Publik

Rabu, 15 April 2026 | 19:49 WIB
X