realitasonline.id - Pada awal perdagangan Rabu (21/2/2024) pukul 08.21 WIB Bursa Asia dibuka melemah di pasar spot.
Di mana indeks Nikkei 225 turun 0,31% ke 38.243,97. Sejalan, Hang Seng dibuka melemah 0,4% ke 16.182,93.
Baca Juga: Bursa Asia Menghijau Mengekor Kenaikan S&P 500 yang Mencetak Rekor Tertinggi Baru
Sedangkan, indeks Taiex turun 0,33% ke 18.690,35 dan indeks Kospi melemah 0,41% menjadi 2.646,95. Sejalan, indeks S&P/ASX 200 turun 0,65% ke 7.609,1.
Kemudian, FTSE Straits Times juga turun 0,21% ke 3.237,27. Sedangkan FTSE Malay melemah 0,36 menjadi 1.550,04.
Baca Juga: Bursa Asia Sebagian Besar Menguat Mengikuti Pergerakan Wall Street
Pasar Asia bergerak melemah dengan bursa saham Jepang dan Australia koreksi cukup dalam. Di mana, bursa di kawasan ikut terseret koreksi Wall Street di sesi sebelumnya.
Bursa Australia dan Jepang juga mendapat sentimen negatif tambahan setelah investor menilai data perdagangan kedua negara tersebut dan memburuknya sentimen bisnis di antara produsen besar.
Baca Juga: Bursa Asia Menghijau Setelah Terseret Koreksi Wall Street di Sesi Sebelumnya
Kepercayaan bisnis pabrikan Jepang turun pada bulan Februari 2023 ke -1, dibandingkan dengan angka 6 pada bulan sebelumnya.
Menurut jajak pendapat Reuters Tankan. Ini menandai pembacaan negatif pertama sejak April lalu.
Data tersebut muncul kurang dari seminggu setelah Jepang terjerumus ke dalam resesi teknis dan kehilangan posisinya sebagai negara dengan ekonomi global terbesar ketiga karena Jerman.
Jajak pendapat bulanan Reuters dianggap sebagai indikator utama survei resmi Bank of Japan.
Di sisi lain, pada sesi sebelumnya, tiga indeks bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah karena Nvidia memimpin penurunan sektor teknologi yang lebih luas menjelang laporan pendapatan produsen chip tersebut.