Sikap keras kepala yang sering ditonjolkan ESTJ juga berakibat pada tidak memperhatikan perasaan orang lain.
Sangat berbanding terbalik dengan ENFJ, ia cenderung dinamis dan dapat mudah bersikap terhadap lawan bicaranya.
Berbeda dengan si konservatif ESTJ, maka ENFJ cenderung kreatif dan sensitif. Ia bisa dan mampu berpikir out of the box serta kontrol diri dalam pekerjaan yang baik.
Rasa khawatir yang berbeda
ESTJ sering mendapat pujian tentang pekerjaan. Namun ternyata, hal tersebut justru membuatnya merasa lelah.
Sebagai karakter workaholic, ESTJ sangat khawatir jika tidak bekerja. Ia akan merasa kehilangan dirinya dan merasa semakin cemas.
Karakter ESTJ terlihat tidak pernah menunjukkan rasa letih di depan orang lain.
Memang semakin giat akan berdampak baik untuk ESTJ, tetapi ada yang perlu dikhawatirkan.
ESTJ harus berhati-hati terhadap keletihan yang kronis. Karakter ini harus bisa menanamkan diri tentang “hari ini cukup bekerja sampai sini saja”.
Berbeda dengan ESTJ yang giat dalam bekerja, kekhawatiran yang dimiliki ENFJ tidak berada dalam rusng lingkup pekerjaan. ENFJ takut jika ada orang lain yang salah paham.
Karakter ini khawatir akan salah paham terhadap kebaikan yang ia lakukan. Selain itu, ia takut jika orang menganggapnya sebagai orang yang terlalu penurut.
Diibaratkan sebagai human pastry, ENFJ adalah karakter yang lembut, renyah dan lezat. Namun, tentu saja pastri punya kekurangan. Ia sangat dikhawatirkan mudah rapuh dan hancur.
Sebagai karakter yang memiliki dua perbedaan tendensi, ESTJ dan ENFJ memiliki sedikit perbedaan.