Budaya Peduli Sampah Plastik Harus dari Pemerintah
Wakil Bupati Beltim Khairil Anwar menekankan sebelum mengkampanyekan dan mendidik masyarakat untuk mengurangi sampah plastik, Pemerintah terutama aparatur yang ada di dalamnya harus menjadi contoh pertama budaya peduli sampah plastik.
“Harus dari kita dulu sebagai teladan atau contohnya. Biar masyakat luas bisa melihat, kalau kita yang berbudaya seperti itu masyarakat akan mengikuti,” kata Khairil saat membuka Peringatan Hari Bumi Sedunia Tahun 2024 di Kabupaten Belitung Timur di Pantai Nyiur Melambai Desa Lalang Kecamatan Manggar, Jumat (26/4/24) pagi.
Lanjutnya,penerapan budaya tersebut menurut Khairil dapat dilakukan saat pelaksaanaan kegiatan di lingkungan pemerintah, seperti rapat atau acara seremonial. Pemakaian minuman dalam kemasan atau pun bungkusan kue tidak ada lagi yang menggunakan plastik.Imbuhnya Khairil
“Nah pas kita rapat, kue itu cukup disajikan pakai piring atau bungkus pakai daun pisang atau simpor. Minuman jangan lagi pakai botol atau gelas plastik, cukup sediakan air minum atau gelas,” ujar Khairil.
Selain itu pula, selaku pribadi ASN di Kabupaten Beltim juga harus memberikan contoh budaya di kehidupan pribadi.
Terutama saat mereka akan berbelanja kebutuhan di supermarket atau pasar tradisonal.
“Mereka harus bawak kantong sendiri dari rumah. Gitu juga kalau berbelanja hanya sedikit dak perlu pakai kantong plastik,” jelas Khairil.
Mantan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup ini mengakui penerapan budaya pengurangan sampah plastik mesti melalui proses yang panjang.