Pendeta Ini Tolak Kuburkan Jenazah karena Keluarga Masukkan Tas Berisi Rokok ke Peti, Kenapa ?

photo author
Zufarnesia, Realitas Online
- Jumat, 27 September 2024 | 07:25 WIB
Kisruh saat upacara pemakaman, pendeta menolak menguburkan jenazah. (Tangkapan layar video/X)
Kisruh saat upacara pemakaman, pendeta menolak menguburkan jenazah. (Tangkapan layar video/X)

Realitasonline.id-Bekasi Seorang Pendeta dari Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), menolak melanjutkan prosesi pemakaman karena sebuah tas berisi rokok dimasukkan ke dalam peti jenazah

Kejadian ini terjadi saat keluarga sedang menggelar upacara pemakaman untuk seorang ibu berusia 68 tahun, bernama L Br Manalu, yang meninggal di Bekasi.

Acara pemakaman berlangsung di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat dan dipimpin oleh Pendeta dari HKBP Bojong Menteng. Awalnya, upacara berjalan dengan khidmat dengan dihadiri oleh keluarga, penatua, dan jemaat setempat.

Namun, suasana yang tenang tiba-tiba berubah saat prosesi penutupan peti jenazah dimulai.

Pendeta HKBP yang memimpin upacara melihat sebuah tas hitam berada di dalam peti. Ketika diperiksa, tas tersebut ternyata berisi rokok, yang merupakan barang kenangan dari almarhumah.

Baca Juga: Syifa Hadju Borong 4 Piala di Infotainment Awards 2024

Setelah mengetahui isi tas, sang Pendeta langsung meminta keluarga untuk mengeluarkannya dari peti.

Meskipun keluarga menjelaskan bahwa tas tersebut memiliki makna, Pendeta tetap bersikeras. Ia bahkan mengambil tindakan langsung dengan mengeluarkan tas dari peti tanpa persetujuan keluarga.

Ketika prosesi hendak dilanjutkan, Pendeta menahan penutupan peti dan mengingatkan keluarga.

“Tas itu jangan saya lihat lagi di kuburan. Tinggalkan sekarang. Molo hubereng boan hamu i, saya tidak mau menguburkan ini, janji? Janji?” ungkap sang Pendeta.

Baca Juga: Cerita Inspiratif Dua Anggota DPRD Belitung Timur: Perjuangan dari Kampung ke Gedung Dewan hingga Kehilangan Istri

Namun, pihak keluarga tidak tinggal diam. Seorang pria berpakaian jas pun menjelaskan.

“Kita kasih tas itu di dalam bukan menyembah berhala. Serta rokok yang dikasih itu kenangan kemarin. Sebelum meninggal, ibu itu bilang anaknya mau sekolah ke Bogor. Jadi, itu bukan maksud menyembah berhala," ungkap pria tersebut.

Meskipun demikian, Pendeta tetap tidak mau melanjutkan prosesi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Zufarnesia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

CPNS ATR/BPN Dibekali Komunikasi Publik

Rabu, 15 April 2026 | 19:49 WIB
X