Penyerapan anggaran yang ketat dipantau oleh Purbaya salah satunya adalah milik Badan Gizi Nasional (BGN) dalam melaksanakan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca Juga: 5000 SPPG Diisukan Fiktif, Ini Tanggapan BGN
Menjadi bagian program prioritas, Purbaya menegaskan dirinya telah mendapat persetujuan dari Prabowo.
“Kalau uangnya nggak bisa diserap nggak setuju, dia (Prabowo) nggak setuju juga nggak bisa diserap, nggak merubah apa-apa, kan?” ucap Purbaya kepada awak media di kantor Kemenkeu pada Jumat, 19 September 2025.
“Dia (Prabowo) bilang, ‘Saya oke, boleh, bagus,’” tambahnya.
Baca Juga: Respons TNI AD soal Jaga Gedung Parlemen di Tengah Kritikan Sipil
Istana: Memang Harus Dilakukan
Dalam kesempatan berbeda, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa Istana memberi dukungan pada langkah Purbaya mengenai penarikan anggaran yang gagal terserap.
“Menurut kami itu sesuatu yang harus dilakukan karena belanja pemerintah itu harus optimal, sehingga kalau Menteri Keuangan mengevaluasi, tentu berdasar data,” tutur Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan pada Jumat, 19 September 2025.
Baca Juga: Cegah Sengketa Tanah Ulayat Wajib Punya Sertifikat, Ini Sosialisasi ATR BPN di Sumba Timur
“Kalau menurut data serapannya belum optimal, ya sudah jadi kewajiban untuk mendorong pelaksanaan program-program di kementerian tersebut, korelasinya dengan penyerapan anggaran,” terangnya.
Prasetyo juga menambahkan bahwa Presiden Prabowo fokus pada penyerapan anggaran dan setuju sebagai langkah untuk mendorong penyerapan.
“Apa yang menjadi kendala, kita cari jalan keluarnya,” tambahnya.
Baca Juga: Pemerintah Pusat Sasar Pulau Enggano dan Baai di Bengkulu, ATR BPN: Masuk Kawasan Strategis Nasional
Bakal Sisir K/L yang Penyerapan Anggaran Tidak Maksimal