nusantara

Sebuah Alfamidi di Surabaya Pakai Speaker untuk Kasih Tahu Pelanggan Jangan Kasih Jukir Liar

Kamis, 31 Oktober 2024 | 07:00 WIB
Penampakan Juru Parkir liar di Alfamidi di Surabaya (Tiktok)

Realitasonline.id-Surabaya | Sebuah minimarket Alfamidi di Bendul Merisi, Surabaya, Jawa Timur, menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah mengambil langkah kreatif dengan memanfaatkan rekaman pengeras suara untuk mengingatkan pelanggan agar tidak memberikan uang kepada juru parkir liar di sekitar area toko.

Langkah ini, yang disampaikan melalui suara wanita dalam rekaman, bertujuan menginformasikan bahwa parkir di Alfamidi sepenuhnya gratis dan tidak memerlukan kontribusi untuk petugas parkir tidak resmi.

Dalam video yang viral di media sosial, terdengar suara perempuan yang mengingatkan pelanggan, serupa dengan pengumuman di mal atau bandara. 

Suara tersebut mengimbau dengan tegas, “Pelanggan yang terhormat, Alfamidi tidak menyediakan juru parkir ya. Yang di depan itu adalah parkir liar, dimohon untuk tidak memberikan uang parkir,”.

Baca Juga: Gus Irawan Pasaribu Terima Keluhan soal Jalan Rusak yang Tak Pernah Dibangun, 3 Anggota DPRD Tapsel singgung soal Silpa

Langkah berani Alfamidi ini mendapat sambutan positif dari banyak pengguna media sosial. Akun Instagram @kuliner.nglencer yang mengunggah video tersebut memberi apresiasi dengan menulis, “Sangat bisa ditiru,”.

Beberapa pengguna media sosial bahkan menyampaikan keinginan agar tindakan serupa diterapkan secara luas.

Ada yang menyebut bahwa Alfamidi di wilayah lain, seperti Manukan, telah mengambil langkah serupa dengan memasang pemberitahuan "parkir gratis" di sekitar area parkir untuk mencegah pelanggan memberi uang kepada juru parkir liar.

Meski sebagian besar tanggapan positif, ada pula kekhawatiran dari netizen terkait keamanan karyawan dan pelanggan yang bisa terdampak akibat imbauan ini.

Baca Juga: Ratusan Ha Wilayah Tapsel Mengandung Emas Bergeser ke Tapteng, Mantan Bupati Syahrul Minta Paslon Nomor 1 Kembalikan Kedaulatan Tapsel

Seorang pengguna media sosial berkomentar, “Duh bahaya ga ya, gw udah jawab di dalam hati sih,” merujuk pada kemungkinan reaksi dari pihak juru parkir liar. 

Komentar lain dari @Jisooana menambahkan, “Tapi gue takut di gebukin ama kang parkir kalo gak ngasih,” menyoroti ketakutan adanya konflik jika tidak membayar parkir liar.

Pengguna media sosial lainnya membagikan pengalaman serupa terkait masalah parkir di sekitar minimarket. Akun @Davidkur menyatakan bahwa dirinya lebih memilih berbelanja di tempat seperti warung Madura, yang umumnya tidak memiliki petugas parkir liar.

Hal ini menunjukkan keinginan sebagian masyarakat untuk mendapatkan area belanja yang bebas dari pungutan parkir liar.

Halaman:

Tags

Terkini

CPNS ATR/BPN Dibekali Komunikasi Publik

Rabu, 15 April 2026 | 19:49 WIB