Realitasonline.id-Surabaya | Sebuah minimarket Alfamidi di Bendul Merisi, Surabaya, Jawa Timur, menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah mengambil langkah kreatif dengan memanfaatkan rekaman pengeras suara untuk mengingatkan pelanggan agar tidak memberikan uang kepada juru parkir liar di sekitar area toko.
Langkah ini, yang disampaikan melalui suara wanita dalam rekaman, bertujuan menginformasikan bahwa parkir di Alfamidi sepenuhnya gratis dan tidak memerlukan kontribusi untuk petugas parkir tidak resmi.
Dalam video yang viral di media sosial, terdengar suara perempuan yang mengingatkan pelanggan, serupa dengan pengumuman di mal atau bandara.
Suara tersebut mengimbau dengan tegas, “Pelanggan yang terhormat, Alfamidi tidak menyediakan juru parkir ya. Yang di depan itu adalah parkir liar, dimohon untuk tidak memberikan uang parkir,”.
Langkah berani Alfamidi ini mendapat sambutan positif dari banyak pengguna media sosial. Akun Instagram @kuliner.nglencer yang mengunggah video tersebut memberi apresiasi dengan menulis, “Sangat bisa ditiru,”.
Beberapa pengguna media sosial bahkan menyampaikan keinginan agar tindakan serupa diterapkan secara luas.
Ada yang menyebut bahwa Alfamidi di wilayah lain, seperti Manukan, telah mengambil langkah serupa dengan memasang pemberitahuan "parkir gratis" di sekitar area parkir untuk mencegah pelanggan memberi uang kepada juru parkir liar.
Meski sebagian besar tanggapan positif, ada pula kekhawatiran dari netizen terkait keamanan karyawan dan pelanggan yang bisa terdampak akibat imbauan ini.
Seorang pengguna media sosial berkomentar, “Duh bahaya ga ya, gw udah jawab di dalam hati sih,” merujuk pada kemungkinan reaksi dari pihak juru parkir liar.
Komentar lain dari @Jisooana menambahkan, “Tapi gue takut di gebukin ama kang parkir kalo gak ngasih,” menyoroti ketakutan adanya konflik jika tidak membayar parkir liar.
Pengguna media sosial lainnya membagikan pengalaman serupa terkait masalah parkir di sekitar minimarket. Akun @Davidkur menyatakan bahwa dirinya lebih memilih berbelanja di tempat seperti warung Madura, yang umumnya tidak memiliki petugas parkir liar.
Hal ini menunjukkan keinginan sebagian masyarakat untuk mendapatkan area belanja yang bebas dari pungutan parkir liar.