Realitasonline.id | Turbo lag terjadi ketika ada jeda waktu antara injakan pedal gas dengan respon tenaga dari turbocharger.
Hal ini karena turbin butuh waktu memutar kompresor. Gas buang harus terkumpul dulu sebelum menghasilkan boost.
Saat putaran mesin rendah, aliran gas buang lemah. Inilah yang membuat turbo tidak langsung aktif memberi tenaga.
Baru ketika rpm naik, turbin berputar cepat dan tenaga tambahan muncul. Inilah momen turbo terasa bekerja.
Produsen mesin modern mulai mengurangi turbo lag dengan twin turbo, turbo kecil-besar, hingga turbo elektrik.
Namun tetap saja, turbo lag jadi bagian alami dari karakter mesin berturbo yang sering bikin bingung pemilik baru (EF).