Cara Menghitung Biaya Pengisian Daya Mobil Listrik Agar Pengeluaran Lebih Terkontrol

photo author
Maria Nofianti, Realitas Online
- Sabtu, 18 April 2026 | 16:25 WIB
Ilustrasi proses pengisian daya mobil listrik yang dapat dihitung biaya penggunaannya untuk mengontrol pengeluaran (Realitasonline/ Canva)
Ilustrasi proses pengisian daya mobil listrik yang dapat dihitung biaya penggunaannya untuk mengontrol pengeluaran (Realitasonline/ Canva)

Realitasonline.id – Salah satu keunggulan mobil listrik dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin adalah biaya operasional yang lebih hemat. Namun bagi sebagian pengguna baru, menghitung biaya pengisian daya mobil listrik masih terasa membingungkan.

Padahal, dengan memahami cara menghitung konsumsi listrik kendaraan, pengguna dapat memperkirakan pengeluaran energi secara lebih akurat. Hal ini penting agar biaya penggunaan mobil listrik tetap terkontrol dalam penggunaan sehari-hari.

Beberapa mobil listrik yang cukup populer di Indonesia seperti Hyundai Ioniq 5, Wuling Air EV, dan BYD Atto 3 memiliki kapasitas baterai yang berbeda sehingga biaya pengisian dayanya juga tidak sama.
Berikut beberapa cara sederhana untuk menghitung biaya pengisian daya mobil listrik.

Baca Juga: All New Yamaha MX King 155 VVA: Desain Sporty dan Fitur Modern Bikin Heboh, Dilengkapi Fitur Quick Shifter

Mengetahui Kapasitas Baterai Kendaraan

Langkah pertama adalah mengetahui kapasitas baterai mobil listrik yang biasanya dinyatakan dalam satuan kilowatt-hour (kWh). Informasi ini dapat ditemukan pada spesifikasi kendaraan.

Sebagai contoh, mobil listrik dengan kapasitas baterai 40 kWh berarti membutuhkan energi listrik sebesar 40 kWh untuk mengisi baterai dari kondisi kosong hingga penuh.

Mengetahui Tarif Listrik yang Digunakan

Setelah mengetahui kapasitas baterai, langkah berikutnya adalah mengetahui tarif listrik per kWh yang berlaku. Tarif ini biasanya ditentukan oleh penyedia listrik dan dapat berbeda tergantung jenis pelanggan.
Di Indonesia, listrik rumah tangga umumnya memiliki tarif sekitar Rp1.400–Rp1.700 per kWh, meskipun nilai ini dapat berubah sesuai kebijakan yang berlaku.

Baca Juga: Review Yamaha MX King 2026 Warna Biru Hitam, Dibanderol Rp20-an Juta, Ini Spesifikasinya

Menghitung Perkiraan Biaya Pengisian

Biaya pengisian daya dapat dihitung dengan mengalikan kapasitas baterai dengan tarif listrik per kWh. Misalnya, jika mobil memiliki baterai 40 kWh dan tarif listrik sebesar Rp1.500 per kWh, maka biaya pengisian penuh dapat dihitung sekitar Rp60.000.

Perhitungan ini tentu hanya perkiraan karena dalam praktiknya pengisian daya tidak selalu dilakukan dari kondisi baterai benar-benar kosong.

Mempertimbangkan Efisiensi Pengisian Daya

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ayu Kesuma Ningtyas

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X