Jelang Hari Buruh 2026, AKBAR Sumut Gelar Diskusi Publik dengan Mahasiswa dan Masyarakat serta LBH Medan Bahas Upah Buruh

photo author
Mukhtar Habib, Realitas Online
- Kamis, 16 April 2026 | 13:54 WIB
AKBAR Sumut turun ke jalan yang mengkritik sejumlah kebijakan pemerintah pada Hari Buruh 1 Mei 2025 tahun lalu. (Realitasonline.id/mukhtarhabib)
AKBAR Sumut turun ke jalan yang mengkritik sejumlah kebijakan pemerintah pada Hari Buruh 1 Mei 2025 tahun lalu. (Realitasonline.id/mukhtarhabib)

Realitasonline.id - Medan | Jelang "Hari Buruh" 1 Mei 2026, AKBAR Sumut menggelar diskusi publik bersama buruh, mahasiswa, dan masyarakat serta LBH Medan, di UISU Medan, Rabu, (15/4/2026).

Aliansi yang tergabung dalam AKBAR Sumut (Aliansi Kemarahan Buruh dan Rakyat Sumatera Utara) menyebutkan ini bagian dari rangkaian refleksi kondisi buruh menjelang "Hari Buruh".

Selain itu mereka juga menyatakan sebagai bentuk agitasi atas berbagai persoalan yang masih dihadapi pekerja.

Baca Juga: Yamaha MX King 155 VVA 2026 Muncul di Vietnam dengan Mesin Lebih Bertenaga, Fitur Modern dan 6 Percepatan, Begini Selengkapnya

Inti diskusi AKBAR Sumut ini, di antaranya mekanisme penghitungan upah, praktik penindasan buruh di balik lemahnya pengawasan terhadap perusahaan.

Kemudian ada juga beberapa persoalan yang mereka hadapi, seperti pemberangusan Serikat pekerja .

Marshal Gilbert Sinambela selaku pemantik yang berasal dari mahasiswa yang berada di kota Medan, menyebut diskusi masih bersifat awal dan belum menghasilkan kesepakatan soal buruh.

Baca Juga: Yamaha MX King 155 VVA 2026 Muncul di Vietnam, Desainnya Sporty dan Mesin Lebih Bertenaga, Apakah Bakalan Masuk ke Indonesia?

"Diskusi hanya rangkaian menuju hari buruh, kita merefleksikan buruh. Bagaimana buruh-buruh dipekerjakan di tahun ini, untuk hari buruh nanti (1 Mei 2026)," ucap Marshal Gilbert Sinambela yang tergabung dalam AKBAR Sumut, usai melakukan diskusi publik di UISU Medan. Rabu, (15/4/2026).

Ia menyoroti kondisi buruh, apalagi ia termasuk driver ojek online, yang dianggapnya sama seperti buruh dengan aturan jam kerja, namun tetap dibebani target.

"Ini juga merupakan agitasi kawan-kawan terhadap nasib buruh. Misalnya driver ojek online, kenapa ojek seperti buruh, karena di aplikasi kami ada di Permen aplikasi 8 jam pekerjaan. Namun pada nyatanya, (kami) harus mendapatkan target yang sesuai," jelasnya.

Baca Juga: Review Yamaha MX King 155 VVA 2025: Tampil Garang Berdesain Sporty, Lampu LED serta Mesin Bertenaga

Di samping itu, Ketua FPBI Didi Herdianto menambahkan jelang May Day 2026, diskusi ini juga upaya untuk menghindari intimidasi dari pihak manapun, seperti yang pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya.

Dia mengatakan "Hari Buruh" kali ini, akan dihadiri oleh buruh, mahasiswa dan pemuda desa yang menurutnya dikategorikan masih pengangguran atau belum memiliki pekerjaan. 

Meski ada perayaan yang difasilitasi pemerintah provinsi, ia lebih memilih bergabung dengan AKBAR Sumut untuk turun ke jalan nanti pada May Day 2026.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mukhtar Habib

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

‎Bupati Taput Sumbang Saran Inovasi PPID APKASI

Sabtu, 18 April 2026 | 11:40 WIB
X