sumut

Bupati Asahan Tambah Anggaran Rp10 Miliar untuk Proyek Menara Diprotes Mahasiswa: Lukai Hati Rakyat, Masih Banyak Jalan Rusak!

Sabtu, 30 Maret 2024 | 13:23 WIB
Mahasiswa memprotes Bupati Asahan yang menambah anggaran Rp10 miliar untuk proyek menara. (Realitasonline.id/Dokumen)

Realitasonline.id| ASAHAN - Mahasiswa memprotes kebijakan Bupati Asahan untuk tambah anggaran proyek pembangunan menara masjid Kisaran hingga Rp10 miliar.

Pasalnya, kata mahasiswa, tambah anggaran proyek pembangunan menara masjid itu dilakukan di akhir masa jabatn Bupati Asahan Surya Bsc.

Protes yang disampaikan mahasiswa yang tergabung di Lingkar Studi Mahasiswa Marhanenis (LSMM) Asahan terhadap kebijakan tambah anggaran Bupati Asahan itu dengan berunjuk rasa di kantor Dinas PUTR Kabupaten Asahan, Kamis (28/3/2024).

Baca Juga: Kecelakaan Lalu Lintas di Asahan Disebabkan Sejumlah Faktor, Termasuk Jalan Rusak

Ketua Cabang LSMM Asahan, Johan Iskandar dengan tegas mengatakan protes yang disampaikan mahasiswa terkait penambahan anggaran proyek pembangunan menara Masjid H Achmad Bakri Kisaran tersebut karena sebelumnya sudah ada anggaran awal sekitar Rp20 miliar.

“Anggaran tersebut diduga belum digunakan secara maksimal. Hal itu nampak dari realisasi fisik pembangunan menara masjid yang hingga kini baru mencapai lima persen,”ujarnya.

Melihat kenyataan itu LSMM Asahan menilai Pemkab Asahan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas PUTR Asahan kurang peduli terhadap pembangunan.

Pemkab Asahan membangun menara masjid dengan dana yang begitu besar. Padahal di sisi lain masih banyak jalan rusak di Asahan tidak diperbaiki.

Baca Juga: Beri Fasilitas Kredit 4 Milyar lebih Direktur CV ZD Ditahan Kejaksaan Asahan

Kemudian pengelolaan anggaran proyek pembangunan menara masjid di Kisaran tersebut juga diduga tidak transparan dan maksimal, kata pendemo.

Hal ini menunjukkan bahwa proyek tersebut hanya berorientasi memperkaya segelintir orang tanpa peduli kepentingan dan kesejahteraan masyarakat, tegasnya lagi.

Di saat mulai memanas, Johan juga mengatakan kebijakan tambah anggaran proyek pembangunan menara masjid di akhir masa jabatan dan kurang beresnya proyek pembangunan menara masjid tersebut mengindikasikan kurangnya kepedulian Pemkab Asahan terhadap prioritas pembangunan sesuai harapan masyarakat.

Di tengah banyaknya jalan rusak dan sulitnya ekonomi warga masyarakat Asahan yang berada di desa-desa tertinggal, Pemkab Asahan menghambur-hamburkan uang rakyat untuk proyek ambisius yang kurang jelas manfaatnya.

Bahkan proyek pembangunan menara masjid di Kisaran tersebut diduga dimanfaatkan memperkaya pribadi oknum-oknum pejabat.

Pemkab Asahan mengalokasikan anggaran hingga Rp 30 miliar membangun menara masjid di Kisaran ini.

Halaman:

Tags

Terkini

‎Bupati Taput Sumbang Saran Inovasi PPID APKASI

Sabtu, 18 April 2026 | 11:40 WIB