Realitasonline.id - Tanjungbalai | Lapas Tanjungbalai Asahan terus berinovasi dalam pengembangan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) baik bidang teknik, keterampilan, peternakan dan pertainan.
Kalapas Tanjungbalai Sangapta Surbakti melalui Humas Lapas Tanjungbalai Muhammad Amri Ihsani, menyebutkan hal ini ditujukan sebagai langkah pembinaan warga binaan Lapas Tanjungbalai untuk menjadikan warga binaan menjadi pribadi yang lebih produktif dan memiliki daya saing yang seimbang dengan masyarakat luas, sehingga setelah bebas dapat menjalani hidup yang mandiri dan lebih baik.
“Dengan memanfaatkan potensi yang ada, untuk kemajuan skill daripada wargabinaan. Kami akan terus pantau segala kegiatan, dengan demikian kami pastikan genjot peningkatan hasil panen SAE Lapas Tanjungbalai Asahan," katanya, Rabu (5/6/2024).
Amri menambahkan Kalapas Tanjungbalai Asahan, Sangapta Surbakti terus aktif memantau segala bentuk kegiatan dan proses SAE berjalan dengan turun langsung ke lapangan guna memastikan seluruhnya berjalan lancar dan baik
Ada beberapa komoditas yang menjadi fokus utama SAE pertanian yang terbagi menjadi 2 yaitu pertanian jangka pendek dan jangka Panjang.
Dilihat dari jenisnya, yang menjadi pembeda adalah waktu panen, jangka pendek dengan waktu panen tercepat dan jangka panjang dengan waktu panen secara berkala.
SAE seperti dijelaskannya merupakan pertanian jangka pendek antara lain seperti sayur-mayur baik yang ditanaman ditanah maupun proses hidroponik, sedangkan untuk SAE pertaninan jangka panjang antara lain seperti pisang, serai dan beberapa jenis ternak ikan seperti ikan lele, nila, dan patin.