Ada sekitar 20 menit, Wiriya bertemu dengan 3 perwakilan massa. Namun saat keluar dari ruang pertemuan, kedua belah pihak sama-sama tidak puas dengan apa yang saling disampaikan.
Baca Juga: Gelar Demo, Puluhan Jukir di Bengkulu Tolak Parkir Gratis di Alfamart
Wiriya pun menganggap kalau perwakilan massa menyampaikan aspirasinya tidak dengan benar. "Kalau sudah kita jawab sejujurnya pakai dengan bahasa bersumpah secara agama pun dia tidak percaya, mau apa lagi, ujar Wiriya dengan sedikit tinggi.
Ingin tahu lebih lanjut, kata Wiriya, bisa membuka di LHKPN dari mana bertambahnya itu (hartanya). "Gak usah saya sampaikan detail, disitu bisa dilihat. Apakah dari warisan atau lainnya. Ngapain saya sampaikan itu dia bisa lihat sendiri. Kalian bisa juga buka itu," katanya.
Baca Juga: Minta Alfamart di Tutup, Puluhan Jukir di Bengkulu Demo Tolak Parkir Gratis
Mengenai kendaraan yang dianggap massa tidak dicantumkan, Wiriya pun mengaku sempat menantang massa. "Saya bilang di dalam tadi kalau kalian bisa buktikan saya punya kendaraan pribadi yang tidak saya laporkan saya bayar Rp 100 juta. Diamnya mereka, ketika saya tantang. Saya bayar. pun kurang apa lagi. Saya fair saja,"tutup Wiriya.(zul)