sumut

Putra Daerah Tapsel Asal Angkola Barat Suheri Harahap: Di Debat Publik Kedua Paslon BAGUS1 Kuasai Data Persoalan

Rabu, 13 November 2024 | 16:48 WIB
Suheri Harahap, putra daerah Tapsel asal Kecamatan Angkola Barat

 

Realitasonline.id - Tapanuli Selatan | Mengamati pesan yang disampaikan kedua Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) yakni Paslon nomor urut 1 Gus Irawan Pasaribu - Jafar Syahbuddin Ritonga (BAGUS1) dengan Paslon nomor urut 2 Dolly Pasaribu - Parulian Basution (DILAN), terdapat beberapa catatan yang layak dijadikan bahan diskusi dalam menentukan pilihan pada 27 November 2024 yang akan datang.

"Setelah mendengar hasil debat kedua Calon Bupati dan Wabup Tapsel, saya mengambil kesimpulan , Paslon nomor urut 1 BAGUS1 terlihat begitu unggul dari segi penguasaan materi debat dan penyampaian yang cukup tegas, komunikatif dengan data yang cukup atas berbagai persoalan di Tapsel," ujar Suheri Harahap, putra Tapsel asal Angkola Barat, Rabu (13/11/2024).

Dosen di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan ini juga memberi nilai unggul kepada Paslon BAGUS1 pada debat kedua ini, dibandingkan dengan nomor urut 2.

 

Baca Juga: Debat Kedua Paslon Bupati Tapsel, BAGUS1 Dinilai Unggul dalam Kematangan Intelektual dan Kontrol Emosi

 

Beberapa catatan yang kami catat pada debat kandidat tersebut, misalnya masalah kritik atas pemberian penghargaan Tapsel ke PT. Toba Pulp Lestari (PT.TPL) Sipirok ditengah kondisi konflik dengan masyarakat dibawah kebijakan Dolly Pasaribu selama menjabat dianggap kurang berpihak dan tidak mampu menyelesaikan masalah masyarakat dengan perusahaan, sehingga perlu ada inovasi kebijakan kedepan untuk lebih baik resolusi tepat agar masyarakat mendapat keadilan.

Kemudian masalah SilPA anggaran, terlihat ada tawaran nomor urut 1 agar APBD Tapsel digunakan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan masyarakat. Begitu juga disampaikan Paslon nomor 1, tentang anggaran Starling untuk Desa apa sudah dianggarkan atau bohong ? dan bagaimana mungkin bisa, karena setingkat negara sajapun tidak mampu dan perlu kajian agar tidak masuk infiltrasi seperti sekularisasi.

"Di sini terlihat Paslon nomor urut 2 tidak nyambung dengan tema debat dan uraian capaian selama ini yang banyak terbantahkan, sehingga pasangan urut 1 mempertanyakan apanya yang mau dilanjutkan?" terangnya.

Baca Juga: Brutal, Geng Motor Serang Warkop Mie Aceh di Delitua, 1 Sepeda Motor Dirampok

Terkait jalan Sipirok Marancar, Batujomba juga terlihat Paslon nomor urut 1 mengupas data dan terlihat jelas kurangnya peran Bupati Tapsel dibawah kepemimpinan Dolly Pasaribu dalam menangani insfrastruktur vital tersebut selama 3 tahun belakangan.

Terkait beberapa prestasi dan penghargaan yang disampaikan oleh calon Bupati nomor urut 2 Dolly Pasaribu juga masih perlu dipertanyakan dampaknya ke masyarakat itu apa?

"Saya kira momen debat banyak kalimat kata-kata yang disampaikan tidak nyambung dan sesuai topik pembahasan oleh Dolly Pasaribu dan satu pertanyaan dari calon Bupati nomor urut 1 Gus Irawan yang khawatir dengan sinyalemen adanya Bupati bayangan saat masa Bupati Dolly Pasaribu," tegasnya.

Halaman:

Tags

Terkini

‎Bupati Taput Sumbang Saran Inovasi PPID APKASI

Sabtu, 18 April 2026 | 11:40 WIB