Hingga saat ini, Rahmat terus berjuang tanpa ayah dan ibunya bahkan tanpa bantuan saudara kandungnya sekalipun hingga Pemerintah baik pusat maupun daerah. Ia terus mengejar cita-citanya. Dulu sewaktu baru masuk kuliah dia sempat bermohon ke pihak kampus agar dirinya gratis berkuliah di Kampus STAIN Madina.
Baca Juga: Cuaca Panas, Kebakaran di Abdya Hanguskan 4 unit Rumah, Mobil dan Motor
"Aku nggak tahu apakah ada PIP di kampus itu tapi dulu sewaktu baru masuk kuliah sempat minta gratis kuliah karena aku sudah tidak punya kedua orang tuaku lagi. Pihak kampus bilang tidak bisa tapi aku diberi keringanan boleh berjualan ke dalam kampus," bebernya.
Di akhir cerita, Rahmat Nasution ini tampak tidak mau berharap belas kasihan dari orang lain akan tetapi dirinya punya rasa semangat yang tak pernah surut dan patut dijadikan inspiratif. Meski tak tahu bisa jadi apa usai mencapai seorang sarjana dirinya mengaku lulus sarjana saja sudah suatu kebanggaan bagi dirinya.
"Lulus sarjana saja sudah bersyukur, kalau pekerjaan nantinya sesudah sarjana di situlah dipikirkan kembali yang penting saat ini aku masih fokus untuk wisuda ini," tutupnya sambil berpamitan untuk pergi berjualan kacang tojennya lagi, sementara waktu sudah menujukan pukul 1:00 WIB dini hari. (SYH)