sumut

Disdik Deli Serdang Diduga Minta Uang ke SD Negeri Penerima DAK

Rabu, 21 Mei 2025 | 11:11 WIB
Kantor Dinas Pendidikan Deli Serdang (Realitasonline.id/zul)

realitasonline.id - Lubuk Pakam l pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Deli Serdang diduga minta Sekolah Dasar Negeri penerima proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Deli Serdang Tahun Anggaran (TA) 2024 menyediakan uang Rp 5 hingga Rp 10 juta  dengan alasan untuk pimpinan di Disdik. 

Terungkap, pihak yang meminta uang tersebut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Swandi Napitupulu yang merupakan Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Bidang Pembinaan SMP, juga pelaksana tugas (Plt) Kasi Sarana Prasarana (Sarpras) SD Disdik Deli Serdang menggantikan Wahyu Ramadhan.

" proyek DAK sebesar itu oleh pihak dinas dibagi menjadi tiga bagian pekerjaan yakni pekerjaan ruang laboratorium beserta perabotnya, ruang guru dan ruang kelas,"’kata kepala sekolah yang minta namanya dirahasiakan, Senin (19/5/2025).

Baca Juga: Dugaan Penyelewengan DAK, Sejumlah Kapus di Deli Serdang Akan Dipanggil Polisi

Ketiga jenis pekerjaan itu, lanjut kasek, dilaksanakan oleh rekanan berbeda yang ditunjuk oleh pihak Disdik Deli Serdang.

Berdasarkan plank proyek, anggaran pembangunan ruang laboratorium dan perabotnya menelan biaya Rp 313.402.000 dengan waktu pelaksanaannya 152 hari mulai tanggal 22 Mei hingga 20 Oktober 2025.

Pihak sekolah mengaku diundang ke Disdik dan kemudian dikenalkan kepada pemborong yang telah ditunjuk dinas dan diberikan arahan untuk bekerja sama memperhatikan bangunan yang dilaksanakan sesuai progres bersama pengawas.

Baca Juga: Bersumber Dari DAK, Pjs Wali Kota Pematangsiantar Serahkan 15 Unit Kendaraan Dinas ke Puskesmas

Sementara pekerjaan dilakukan oleh tukang bangunan yang juga dipilih oleh pemborong bukan pihak sekolah. Untuk pencairan dana DAK jika pekerjaan sudah 25 persen kemudian dibuat progres dan ditanda tangani baru kemudian dicairkan dananya.

Begitu juga selanjutnya, pekerjaan sudah 70 persen dibuat lagi progresnya dan dicairkan dananya hingga 100 persen. Pihak sekolah juga disuruh buka rekening Bank Sumut. Setelah uang masuk ke rekening bendahara sekolah kemudian seluruhnya ditranfer ke pihak rekanan pekerjaan.

"Sejatinya, pekerjaan yang bersumber dari DAK merupakan proyek swakelola yang dikerjakan langsung oleh pihak sekolah. Bukan proyek titipan dari Diknas,"ucap beberapa ASN Diknas Deli Serdang yang menolak menyebut nama.

Baca Juga: Dikonfirmasi soal Proyek DAK 2024, Kepsek SMA Negeri 1 Wampu dan Kacapdis Binjai Langkat Bungkam

Dikonfirmasi hal ini, Swandi Napitupulu membantahnya. Dia menyebut jika proyek tersebut merupakan swakelola.(zul)

Tags

Terkini

‎Bupati Taput Sumbang Saran Inovasi PPID APKASI

Sabtu, 18 April 2026 | 11:40 WIB