sumut

Penyuluh Agama KUA Binjai Timur Dampingi Penghuni Panti Jompo Belajar Al-Qur'an

Kamis, 2 Oktober 2025 | 10:03 WIB
Penyuluh Agama Islam KUA Binjai Timur dibawah pimpinan Salim Fakhri dengan tekun dan sabar membimbing para penghuni Panti Jompo untuk belajar membaca Al Qur'an.

Realitasonline.id - Binjai | Di sebuah ruang sederhana di Panti Jompo Kota Binjai, suasana pagi itu tidak seperti biasanya. Tak ada suara televisi atau obrolan santai yang ramai. Yang terdengar hanyalah lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an, dibaca dengan lirih, namun penuh ketulusan. Suara-suara renta itu mencoba melafalkan huruf demi huruf dengan tajwid yang benar, meski harus mengulang berkali-kali.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program penyuluhan Tahsin Al-Qur’an yang digagas oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Binjai Timur sejak tahun 2024. Setiap hari Rabu, penyuluh agama datang membimbing para lansia memperbaiki bacaan Al-Qur’an mereka. Di antara mereka, Salim Fakhri, S.HI, menjadi salah satu sosok yang dengan penuh kesabaran mendampingi para lansia melewati proses pembelajaran yang tidak mudah.

Membimbing lansia bukan tanpa tantangan. Menurut Salim, usia senja membawa keterbatasan tersendiri—baik dari segi pendengaran, penglihatan, maupun daya ingat.

Baca Juga: Bupati Sergai Darma Wijaya Intruksikan Pengelola SPPG MBG Mengutaman Beli Hasil Pertanian Masyarakat

“Kadang mereka lupa huruf yang baru saja diajarkan. Kadang harus diulang sampai lima, enam kali. Tapi justru dari situlah letak keharuannya—mereka tetap semangat, tetap ingin bisa,” ujar Salim dengan mata berkaca, Rabu (1/10/2025).

Ada kalanya, rasa frustasi menyelimuti suasana. Beberapa lansia merasa malu atau takut salah saat membaca di depan teman-temannya. Namun, dengan pendekatan yang ramah dan metode pengajaran yang interaktif, suasana kelas tahsin perlahan menjadi tempat yang nyaman, bahkan menyenangkan.

“Kesulitan mereka adalah ujian kesabaran bagi kami. Tapi senyum bahagia mereka setelah bisa membaca satu ayat dengan benar—itu tidak tergantikan,” tambah Salim.

 

Baca Juga: Pemkap Sergai Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Adlin Tambunan Tekankan Komitmen Terhadap Ideologi

 

Di antara para peserta ada sosok Nenek Yolanda (72) yang menjadi inspirasi. Meski tubuhnya renta dan suara mulai melemah, semangatnya membara. Setiap Hari Rabu, ia datang lebih awal, duduk di barisan depan, dan mengikuti arahan penyuluh dengan antusias.

“Walaupun saya sudah tua, saya ingin bacaan Al-Qur’an saya lebih baik. Kalau saya menghadap Allah nanti, saya ingin membawa bacaan yang indah,” ucap Yolanda dengan mata berkaca, suaranya bergetar menahan haru.

Kesungguhan Nenek Yolanda memotivasi peserta lainnya. Ia tak segan mengulang-ulang satu ayat yang sama, bahkan meminta bimbingan tambahan seusai kelas. Ketika ia akhirnya mampu membaca dengan tajwid yang benar, ruangan kelas tahsin seolah dipenuhi rasa haru dan kebanggaan.

Bagi para penyuluh, program tahsin ini lebih dari sekadar tugas atau kegiatan rutin. Ini adalah misi kemanusiaan dan dakwah. “Kami tidak hanya mengajarkan huruf dan makhraj, tapi juga menghadirkan ketenangan batin bagi mereka. Banyak yang bilang setelah ikut kelas ini, mereka lebih tenang, lebih damai,” ujar salah satu penyuluh.

Halaman:

Tags

Terkini

‎Bupati Taput Sumbang Saran Inovasi PPID APKASI

Sabtu, 18 April 2026 | 11:40 WIB