sumut

Wabup Tapsel Gus Irawan Pasaribu Punya Komitmen Tinggi Tangani Bencana

Kamis, 15 Januari 2026 | 13:46 WIB
Wakil Bupati Tapsel H. Jafar Syahbuddin Ritonga saat menghadiri kegiatan Pengajian Akbar BKMT yang dirangkai dengan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, di Lingkungan IV, Kelurahan Sitinjak, Kecamatan Angkola Barat, Rabu (14/1/2026).(Foto : Realitasonline / Riswandy)

Realitasonline.id - Tapanuli Selatan | Pasca bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) pada 25 November 2025 lalu, Wakil Bupati Tapsel H. Jafar Syahbuddin Ritonga bersama tokoh pembangunan Tapsel sekaligus mantan Bupati Tapsel dua periode, H. Syahrul M. Pasaribu, mendoakan Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu agar senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta kecerdasan dalam memimpin roda pemerintahan, khususnya dalam upaya pemulihan pasca bencana.

Doa tersebut disampaikan dalam kegiatan Pengajian Akbar Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) yang dirangkai dengan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, di Lingkungan IV, Kelurahan Sitinjak, Kecamatan Angkola Barat, Rabu (14/1/2026).

Dalam sambutannya, H. Syahrul M. Pasaribu menyampaikan, BKMT yang dibentuk pada tahun 2011 saat dirinya menjabat sebagai Bupati Tapsel, telah berkembang pesat. Awalnya BKMT hanya mencakup 14 Kecamatan, dan kini telah berkembang menjadi 15 Kecamatan se Kabupaten Tapsel dan menjadi wadah pengajian sekaligus sarana silaturahmi antara masyarakat dan pemerintah.

“ Pengajian ini memiliki dua fungsi utama, pertama untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan melalui majelis taklim dan kedua sebagai sarana silaturahmi agar masyarakat dan pemerintah dapat saling memahami, ” ujar Syahrul.

Baca Juga: Angkot Tabrak Lansia di Padangsidimpuan, Korban Tewas Usai Dirawat

 

Ia juga menyinggung dampak besar bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Tapsel, termasuk Kecamatan Angkola Barat. Namun, menurutnya, wilayah yang mengalami dampak paling parah berada di Kecamatan Batangtoru, seperti Desa Hutagodang, Garoga, Aek Ngadol dan Tamansari, di mana ratusan rumah warga dilaporkan rusak berat bahkan hanyut.

“ Untuk memulihkan kondisi seperti semula, saya perkirakan dibutuhkan waktu dua hingga tiga tahun dengan anggaran mencapai triliunan rupiah. Tanggung jawab Bupati dan Wakil Bupati sangat berat, sehingga kita semua wajib mendoakan agar diberikan kesehatan, kekuatan dan pikiran yang jernih dalam upaya pemulihan pasca bencana di Kabupaten Tapsel, " tambahnya.

Sementara, Wakil Bupati Tapsel H. Jafar Syahbuddin Ritonga mengungkapkan, dari 15 Kecamatan di Tapsel, sebanyak 14 Kecamatan mengalami dampak bencana, kecuali Kecamatan Aek Bilah.

Ia menegaskan, Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu menunjukkan perhatian dan komitmen tinggi sejak hari-hari awal terjadinya bencana.

“ Pada minggu pertama pascabanjir, Bupati langsung turun ke lokasi terdampak. Kami sering pulang hingga pukul 03.00 dini hari. Saya menyaksikan langsung semangat beliau dalam mengendalikan situasi saat bencana melanda Tapsel, ” ungkap Jafar.

Baca Juga: Berkasus Selewengkan Dana Desa, Bupati Abdya Berhentikan Musliyadi, Keuchik Pantai Perak Dijabat Ali Murtaza

 

Lebih lanjut, Wabup menjelaskan, saat ini Kabupaten Tapsel tengah memasuki masa transisi penanganan bencana yang berlangsung mulai 1 Januari hingga 31 Maret 2026.

Halaman:

Tags

Terkini

‎Bupati Taput Sumbang Saran Inovasi PPID APKASI

Sabtu, 18 April 2026 | 11:40 WIB