sumut

770 Hektar Lahan Sawah Taput Gagal Panen, Optimalisasi IP2 dan Pencetakan Sawah Jadi Solusi

Selasa, 20 Januari 2026 | 13:13 WIB
Kondisi terkini lahan pertanian di kecamatan Purbatua yang harus beralih fungsi menjadi tanaman holtikultura akan mempengaruhi produksi padi sawah. (Realitasonline.id/AS)

Realitasonline.id - Taput | Dampak dari bencana Hidrometeorologi yang memicu banjir dan tanah longsor sangat masif merusak lahan pertanian masyarakat di Tapanuli Utara.

Tercatat sedikitnya 770 hektar lahan sawah mengalami gagal panen penghujung tahun 2025, terparah di kecamatan Purba Tua.

Sedikitnya 170 hektar padi sawah usia tanam 30-90 hari gagal panen, disusul Kecamatan Adiankoting, Simangumban, Pahae Jae, Pahae Julu, Sipoholon, Parmonangan,Tarutung dan Siatas Barita.

Padahal, kecamatan Adian Koting, Sipoholon, Pahae Julu dan Purba Tua merupakan sentra dan lumbung produksi padi di wilayah itu termasuk penangkar benih unggul lokal, dimana petani disana umumnya menggunakan varietas unggul.

Baca Juga: Fakta Bencana Tapsel : 2.400 Rumah Terdampak, 1.808 Rusak Berat.

 

Otoritas pertanian di wilayah itu mengatakan jalan keluarnya akan membantu pengadaan benih varietas Invari 32, sebab sedikitnya 4 kecamatan diatas menjadi sentra produksi padi dan benih, telah terpapar akibat gagal panen.

"Kecamatan Purba Tua misalnya, dalam setahun indeks pertanaman (IP)-nya bisa dua tiga kali dalam setahun, pada dua tahun terakhir telah gagal. Tidak ada lagi penangkaran benih yang berkelanjutan disana," ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Taput Doglas Butarbutar, Senin ( 19/1) di ruang kerjanya.

Doglas Butarbutar menggambarkan Tapanuli Utara saat ini berhadapan dengan penurunan produksi padi walaupun terbilang surplus.

Kondisi Pahae Jae

Kondisi penurunan produksi pada sejumlah kecamatan diatas juga semakin diperparah dengan bencana alam sebelumnya yang terjadi tahun 2024 lalu di Kecamatan Pahae Jae.

Tercatat sedikitnya 119 hektar lahan sawah di wilayah itu tidak bisa lagi dikembalikan menjadi sawah.

Baca Juga: Ini 17 Alasan yang Membuat Motor Matic Tetap Mendominasi Pasar Otomotif Indonesia, Minat Beli?

 

Halaman:

Tags

Terkini

‎Bupati Taput Sumbang Saran Inovasi PPID APKASI

Sabtu, 18 April 2026 | 11:40 WIB