sumut

Raup Keuntungan, Pendampingan SOL ke Petani Bawang Merah Tuai Hasil

Kamis, 29 Januari 2026 | 09:46 WIB
Petani bawah merah setelah mendapat pendampingan CSR SOL kini menikmati panen yang melimpah. (Realitasonline.id/AS)


Realitasonline.id - Taput | Program pendampingan Sarulla Operation Ltd melalui dana coorporate social community (CSR) ke petani bawah merah di lingkar tambah tua hasil signifikan.

Pasalnya, pendampingan yang dilakukan 6 kelompok tani dengan jumlah anggota 74 orang berhasil meraup keuntungan panen mencapai 350 juta.

Industan Sitompul, SH. Eksternal Specialist SOL kepada awak media, Kamis (29/1/2026) membenarkan program CSR berhasil meningkatkan produktivitas Bawang Merah di Pahae Jae dan Pahae Julu.

Diuraikannya, ini komitmen Sarulla Operations Ltd (SOL) dalam mendorong kemandirian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat terus diwujudkan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di sektor pertanian.

Baca Juga: Hadiri Pelantikan Rektor USU, Wabup Jamri Ucapkan Selamat Kepada Muryanto Amin

 

Hasil nyata dari program tersebut ditunjukkan oleh keberhasilan 6 kelompok tani dengan 74 anggota yang berasal dari Kecamatan Pahae Jae dan Kecamatan Pahae Julu.

Enam kelompok tani tersebut tersebar di Kecamatan Pahae Jae, yakni Desa Sigurunggurung dan Desa Pardamean Nainggolan, serta di Kecamatan Pahae Julu, yaitu Desa Simataniari dan Desa Janji Natogu.

Melalui pendampingan intensif, para petani berhasil mencatatkan panen bawang merah sebesar 11.544 kg sepanjang tahun 2025 atau mencapai 2,4 kali lipat dari bibit yang telah didtanam.

Industan mengatakan panen tersebut merupakan hasil dari bantuan 5.404 kg bibit bawang merah yang disalurkan melalui program CSR SOL pada Mei 2025 dan Oktober 2025.

Dari total hasil panen, sebanyak 8.125 kg telah berhasil dipasarkan dengan nilai penjualan mencapai Rp350.531.000 dengan kisaran harga Rp20.000 hingga Rp40.000 per kilogram.

Meski mencatatkan hasil yang positif, program ini juga menghadapi tantangan berupa kondisi cuaca ekstrim. Musim kemarau panjang pada Mei–Agustus 2025 serta curah hujan yang sangat tinggi pada Oktober–Desember 2025 mempengaruhi produktivitas tanaman, sehingga hasil panen dinilai belum sepenuhnya optimal sesuai dengan estimasi panen yang ditargetkan.

 

Baca Juga: Kejari Batu Bara, Ajari Anak Pesisir Ngomong Inggris

 

Halaman:

Tags

Terkini

‎Bupati Taput Sumbang Saran Inovasi PPID APKASI

Sabtu, 18 April 2026 | 11:40 WIB