sumut

Sambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah Masyarakat Desa di Batubara Pesta Tapai , Bank Sumut: Tradisi ini Layak Dijaga

Kamis, 19 Februari 2026 | 07:39 WIB
Bank Sumut Cabang Lima Puluh bersama Bupati dan Wakil Bupati Batubara. (Realitasonline.id/Dok)

Realitasonline.id - Batubara | Tradisi mandi balimau kembali digelar sebagai penanda menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, sekaligus menegaskan komitmen pelestarian budaya lokal.

Kepala Bank Sumut Cabang Lima Puluh Kabupaten Batubara, Teddy Pribadie mengapresiasi pemerintah daerah yang terus menjaga identitas budaya Melayu Batu Bara.

Mandi balimau merupakan tradisi membersihkan diri dengan air bercampur limau dan rempah.

Baca Juga: Dari Madina ke Tapsel, 2 Pria Bawa Ganja di Borgol Polisi

Ritual ini dimaknai sebagai persiapan lahir batin agar masyarakat memasuki Ramadhan dalam keadaan bersih dan segar.

Selain balimau, Pemkab Batu Bara juga merawat tradisi pesta tapai yang digelar sebulan penuh di Desa Dahari Selebar.

Warga menjajakan lemang dan tapai khas daerah, menjadikan tradisi ini bukan hanya ajang budaya, tetapi juga ruang perputaran ekonomi lokal.

Baca Juga: Diblender, Dipukul, Dibakar : Barang Bukti di Kejaksaan Negeri Batubara Resmi Pamit

Data pelaksanaan pesta tapai menunjukkan transaksi mencapai Rp5,892 miliar selama 28 hari.

Rata-rata perputaran harian sekitar Rp210 juta dari 266 tenan, menandakan kegiatan budaya mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

Tradisi lain yang turut dilestarikan adalah mogang, yakni makan daging bersama dengan duduk bersila di atas tikar. Kegiatan ini memperkuat kebersamaan sekaligus menjaga nilai sosial masyarakat Melayu Batu Bara.

Baca Juga: Sepanjang Tahun 2025 Layanan Adminduk di Kota Medan Melonjak Hampir 30 Persen, Strategi Disdukcapil Pemko Medan Ini Bisa Dicontoh Daerah Lain

Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian, menegaskan budaya lokal harus terus diwariskan. Menurutnya, pelestarian tradisi penting agar generasi mendatang tetap mengenal akar budaya daerah.

Prosesi mandi balimau berlangsung meriah dengan seluruh tamu dan masyarakat ikut diguyur air wewangian. Hadir unsur pemerintah daerah, perwakilan BUMN dan perbankan, pimpinan lembaga daerah, serta tokoh adat dan masyarakat.

Masyarakat juga membawa pulang air balimau dan menerima pembagian daging sebagai bagian dari tradisi. Rangkaian kegiatan ini memperlihatkan budaya tetap hidup sekaligus memberi manfaat sosial.

Halaman:

Tags

Terkini

‎Bupati Taput Sumbang Saran Inovasi PPID APKASI

Sabtu, 18 April 2026 | 11:40 WIB