Realitasonline.id – Sibolga | Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, bersama Wakil Wali Kota Pantas Maruba Lumbantobing mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi Hunian Tetap (Huntap) dan Hunian Sementara (Huntara) pascabencana di wilayah Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Rakor digelar secara virtual melalui Zoom Meeting dari Aula Nusantara I, Kantor Wali Kota Sibolga, Rabu (25/2/2026).
Rapat penting itu dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Kepala Badan Pusat Statistik RI Amalia Adininggar Widyasanti, serta Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari.
Dalam rakor tersebut, pemerintah pusat menekankan percepatan pembangunan Huntap dengan target ribuan unit dapat diselesaikan sepanjang 2026. Hunian ini diperuntukkan bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam, khususnya bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah daerah di Sumatera dalam beberapa waktu terakhir.
Tak hanya mengejar jumlah, kualitas juga menjadi sorotan. Progres pembangunan Huntap 2026 dipaparkan secara rinci, mulai dari jumlah unit yang telah terbangun hingga kesiapan infrastruktur pendukung di kawasan hunian.
Sarana air bersih, sanitasi, hingga jaringan listrik menjadi perhatian utama agar rumah yang dibangun benar-benar layak huni dan nyaman ditempati.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah pusat dan daerah akan melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan Huntara dan Huntap. Langkah ini dilakukan untuk memastikan percepatan progres berjalan sesuai target, kualitas bangunan terjaga, serta aspek keselamatan dan kenyamanan warga terpenuhi.
Baca Juga: Korban Bencana di Sibolga Terima 100 Paket Bantuan dari BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut
Wali Kota Sibolga Syukri Penarik menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung penuh program tersebut. Sinergi antara pusat dan daerah dinilai menjadi kunci agar masyarakat terdampak bisa segera bangkit dan memulai kehidupan baru.
“Hunian yang dibangun bukan sekadar tempat berteduh, tetapi ruang aman untuk memulai kembali kehidupan,” menjadi semangat yang mengemuka dalam rakor tersebut.
Baca Juga: Wali Kota Syukri Penarik Tinjau Sejumlah Proyek Strategis di Sibolga
Rakor ini menjadi bukti tindak lanjut cepat pemerintah dalam merespons dampak bencana. Rehabilitasi dan rekonstruksi hunian dipandang sebagai fondasi utama pemulihan sosial dan ekonomi warga.
Turut mengikuti rakor tersebut unsur Forkopimda dan jajaran Pemko Sibolga, di antaranya Dandim 0211/TT Letkol Inf. Bayu Hanuranto Wicaksono, Wakapolres Sibolga Kompol Arifin B. Tampubolon, Sekretaris Daerah Kota Sibolga Drs. Herman Suwito, serta sejumlah kepala OPD terkait dan perwakilan BNPB dan BPBD Kota Sibolga. (PS)