“ Jadi kalau selama ini ada warga Tapsel yang terjebak dengan bunga kredit tinggi atau kemudian yang selama ini merasa bahwa kredit mekar pun membebani, nanti bisa dialihkan ke Bank Sumut, ” jelasnya.
Metode penyelesaian, kata Gus Irawan, sudah disiapkan Bank Sumut. Apalagi, kata dia, Pemkab Tapsel sangat komit membantu memajukan usaha mikro kecil dan menengah serta transparansi sektor keuangan di Tapsel.
“ Jadi sebelumnya kita sudah bekerjasama dengan Bank Sumut dalam cash management system. Ini kita menyasar langsung ke masyarakat agar jebakan bunga tinggi bisa dilepaskan terutama para korban bencana yang kehilangan usaha, ” kata Gus Irawan Pasaribu.
Terkait hal tersebut, dari lantai 3 Bank Sumut, Direktur Utama Bank Sumut Heru Mardiansyah, menyambut hal tersebut dan pihaknya sudah mempersiapkan berbagai langkah.
“ Tujuannya menyahuti keinginan bapak gubernur agar Bank Sumut lebih leluasa memaksimalkan potensi daerah dengan tidak hanya mengandalkan APBN, APBD serta aparatur sipil negara sebagai basis inti pembiayaan bank daerah selama ini dan tentu kita faham Gubsu fokus pada kolaborasi Sumut berkah sehingga Bank Sumut pun harus berperan nyata, ” katanya.
Direktur Utama yang berasal dari kader internal ini menyampaikan Tapsel akan menjadi proyek percontohan pendanaan lewat Sumut Link dan pembiayaan usaha mikro kecil menegah dengan melepaskan mereka dari jebakan kredit berbunga tinggi, atau agar terlepas dari rentenir.
Heru Mardiansyah menyatakan kenapa Tapsel menjadi proyek percontohan karena sebelumnya Pemkab pun sudah bersepakat mendorong cash management system dan melakukan sosialisasi kepada para pengelola koperasi merah putih.
“ Komitmen Pemkab Tapsel kami lihat sangat kuat untuk mendorong percepatan perekonomian warga dan transparansi keuangan, sehingga sejalan dengan kita, ” kata Heru.
Dia mengatakan pihaknya menyiapkan dua skema dalam pemberdayaan perekonomian warga Tapsel yang bergerak di UMKM agar lepas dari jerat kredit berbunga tinggi.
“ Pertama, kami siapkan skema pembiayaan dan kedua kami siapkan skema pendanaan dengan nama Sumut link, ” kata Heru.
Menurut dia, untuk mengatasi persoalan yang disampaikan Bupati Tapsel bahwa banyak warga terjerat suku bunga pembiayaan tinggi, maka Bank Sumut menyiapkannya dari sisi kredit.
Bank Sumut, katanya, sudah melakukan pendekatan dengan Kepala Desa hihgga Kepala Dusun di sana untuk kemudian membuat skema pembiayaannya mirip grameen bank (tanggung renteng).
“ Jadi nanti ibu-ibu pengusaha mikro di Tapsel akan kita fasilitasi mendapatkan pembiayaan murah dengan tanggung renteng minimal 6 orang per kelompok, ” jelasnya
Menurut Heru, sebenarnya skema ini sudah pernah dijalankan. Dulu namanya Permaisuri, perempuan mandiri dan suritauladan. Tapi nanti akan kita sesuaikan dengan program Bapak Gubernur kita.