Realitasonline.id — Batu Bara | Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika bersama Perum Jasa Tirta I dan PT Indonesia Asahan Aluminium melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk meningkatkan ketinggian permukaan air Danau Toba.
Operasi dilakukan saat elevasi air Danau Toba berada di level 903,00 mdpl. Langkah ini dinilai strategis sebagai upaya menjaga cadangan air menjelang musim kemarau.
Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca BMKG, Edison, menyebut pelaksanaan OMC didasarkan pada prediksi musim yang menunjukkan kondisi transisi dari musim hujan ke kemarau pada April 2026.
Baca Juga: Tapsel Jadi Percontohan Kredit Murah UMKM Bank Sumut
Kondisi atmosfer saat ini dinilai mendukung. Kelembapan udara yang tinggi, berkisar antara 70 hingga 100 persen, memungkinkan proses modifikasi cuaca berjalan optimal.
“Operasi ini menjadi langkah preventif untuk mengoptimalkan potensi curah hujan dan menjaga cadangan air,” ujarnya melalui humas inalum pada Sabtu, (18/4/26) .
Lebih lanjut, Edison menegaskan bahwa operasi modifikasi cuaca kini tidak hanya berfokus pada penanganan bencana hidrometeorologi. BMKG mulai mengarahkan peran OMC untuk mendukung ketahanan pangan, energi, dan air secara berkelanjutan.
Operasi direncanakan berlangsung selama 25 hari dengan pengawasan tim ahli meteorologi, hidrologi, dan lingkungan. Evaluasi juga akan dilakukan secara berkala melalui analisis cuaca dari pos meteorologi terdekat.