Sebanyak 51,04% responden menyebut money politic sebagai fenomena biasa, bahkan 30,26% lainnya menilainya sangat umum terjadi.
Kombinasi kedua kategori ini menempatkan persepsi publik sekitar 81% responden menilai money politic menjadi bagian dari dinamika Pilkada Abdya.
Baca Juga: Usung Inline Satu Baris, Mobil Mercedes Benz GLS 450 AMG Line Telah Di-Facelift, Gini Jadinya
Selain itu, hampir 70% responden merasa money politic memiliki pengaruh kuat terhadap pilihan pemilih, sementara 25,19% menyatakan praktik tersebut kurang berpengaruh dan 4,68% menganggapnya tidak berpengaruh sama sekali.
Sikap publik terhadap tawaran uang atau barang juga bervariasi. Sebanyak 42,21% responden mengaku akan menerima tawaran namun memilih sesuai hati nurani mereka. Di sisi lain, 31,04% responden menolak tawaran tersebut, sementara 26,75% mengakui akan memilih kandidat yang memberi setelah menerima tawaran.
Survei ini memberikan gambaran jelas mengenai harapan dan tantangan yang dihadapi dalam Pilkada Aceh Barat Daya, di mana kandidat unggulan harus mempertahankan dukungan di tengah kekhawatiran akan praktik money politik yang tetap menjadi perhatian utama publik. (ZAL)