“Untuk tahun ini InsyaAllah Dinas Pendidikan akan banyak mendapatkan revitalisasi dan renovasi, saya sudah bicarakan hal ini dengan Kemendikdasmen,” ujarnya di hadapan para pejabat yang dilantik.
Safaruddin juga menanggapi mengenai isu penggunaan mobil dinas baru yang dinilai mewah. Ia menyatakan tidak mengambil kebijakan pribadi terkait pengadaan kendaraan tersebut, karena merupakan keputusan bersama antara Sekretaris Daerah dan Ketua DPRK Abdya.
“Mobil yang saya pakai sekarang dikritik. Selama ini tiga empat bulan saya pakai mobil pribadi, saya tidak ambil kebijakan atas nama mobil, saya dianggarkan oleh pak Sekda dengan Ketua DPRK Rp2,3 Miliar, tapi saya beli mobil dengan harga Rp1,8 miliar,” jelasnya.
Bahkan, ia mengungkapkan bahwa sebelum menggunakan mobil dinas saat ini, ia sempat memakai mobil pribadi sejenis yang dibeli dengan uang pribadi.(Zal)