Bencana Banjir dan Longsor Rusakkan Puluhan Ribu Buku Tanah, Restorasi Arsip Pertanahan Aceh Dipercepat.

photo author
Ayu Kesuma Ningtyas, Realitas Online
- Kamis, 5 Maret 2026 | 18:07 WIB
Kementerian ATR BPN percepat upaya penyelamatan dan restorasi arsip pertanahan yang rusak akibat bencana hidrometeorologi di Aceh, Kamis (5/3/2026). (Realitasonline/Riswandy)
Kementerian ATR BPN percepat upaya penyelamatan dan restorasi arsip pertanahan yang rusak akibat bencana hidrometeorologi di Aceh, Kamis (5/3/2026). (Realitasonline/Riswandy)

Realitasonline.id - Aceh | Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mempercepat upaya penyelamatan dan restorasi arsip pertanahan yang rusak akibat bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh, Kamis (5/3/2026)

Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi lintas lembaga guna memulihkan pelayanan pertanahan yang terdampak.
Tercatat sebanyak 95.000 arsip pertanahan berupa buku tanah dan surat ukur mengalami kerusakan akibat terendam air.

Selain itu, sekitar 165.000 warkah yang memuat data penting terkait riwayat dan hak kepemilikan tanah masyarakat juga ikut terdampak bencana yang melanda delapan kabupaten/kota di Aceh pada 26 November 2025 lalu.

Baca Juga: Perkuat Ukhuwah dan Sinergi, ATR BPN Buka Puasa Bersama Mitra Kerja

Arsip-arsip tersebut merupakan dokumen vital yang menyimpan data kepemilikan tanah masyarakat. Kerusakan dokumen tidak hanya berdampak pada administrasi, tetapi juga berpotensi mengganggu kepastian hukum dan rasa aman masyarakat terhadap hak atas tanah mereka.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi Aceh, Arinaldi, mengatakan penyelamatan arsip dilakukan secara bertahap dengan membersihkan, mengeringkan, serta memilah dokumen yang terdampak. Menurutnya, proses tersebut membutuhkan waktu panjang jika dikerjakan secara normal.

“ Kalau kita hitung mungkin lima tahun ke depan baru selesai untuk 165.000 dokumen. Karena itu, proses restorasi ini kami lakukan bersama berbagai pihak agar normalisasi pelayanan dapat dipercepat dan seluruh arsip yang terdampak dapat selesai pada akhir tahun 2026, ” ujar Arinaldi.

Upaya restorasi ini melibatkan empat pilar utama, yakni Kanwil BPN Provinsi Aceh, Kanwil BPN Provinsi Sumatera Utara, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), serta Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN).

" Kolaborasi lintas lembaga tersebut diharapkan mampu mempercepat pemulihan arsip sekaligus memulihkan pelayanan pertanahan bagi masyarakat, " ucapny

Arinaldi menilai kerja sama ini juga memberikan pengalaman berharga bagi para taruna STPN yang turut dilibatkan dalam proses restorasi arsip.

Baca Juga: ATR BPN Salurkan Bantuan Ramadhan untuk ASN Aceh

“ Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi institusi, masyarakat, serta membentuk karakter para Taruna/i STPN sebagai calon insan pertanahan yang profesional dan berintegritas, ” katanya.

Di tengah proses pemulihan, Kementerian ATR/BPN juga mendorong transformasi layanan melalui digitalisasi arsip.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan data pertanahan sekaligus mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ayu Kesuma Ningtyas

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X