Pembangunan Jaringan Irigasi Jebol di Abdya Telan Dana Rp.5,3 Miliar

photo author
Administrator, Realitas Online
- Senin, 4 Mei 2020 | 16:25 WIB
Tanggul pengaman saluran irigasi di Desa Kuta Bak Drien jebol akibat dihantam air. Seratusan petak sawah warga rusak berat, Sabtu (2/5). (Foto: Realitasonline/Syahrizal)
Tanggul pengaman saluran irigasi di Desa Kuta Bak Drien jebol akibat dihantam air. Seratusan petak sawah warga rusak berat, Sabtu (2/5). (Foto: Realitasonline/Syahrizal)

Blangpidie - Realitasonline | Pembangunan Jaringan Irigasi sebanyak tiga ruas di Desa Kuta Bak Drien, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menelan anggaran sebesar Rp.5,3 miliar bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) tahun 2018. 

Baru dua tahun dikerjakan, salah satu ruas jaringan yang berada di Dusun Purnama, Desa Kuta Bak Drien jebol diterjang arus air pada Kamis (30/4/2020) malam sekira pukul 21.00 WIB. Sehingga, ratusan petak sawah warga yang baru saja ditanami padi rusak berat bahkan ada yang tertimbun kerikir.

Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Abdya, Sabri Senin (4/5) menyebutkan, bahwa jaringan irigasi DI Tangan-Tangan sebanyak tiga ruas itu dibangun pada tahun 2018 dengan total anggaran Rp.5,3 miliar lebih bersumber dari DAK tahun 2018 dikerjakan oleh PT Intan Meutuah Jaya sejak tanggal 23 Juli sampai 19 November 2018 sebagaimana tertera dalam kontrak nomor 602.1/09/SPPK/DAK/SDA-DPUPR/2018.

Pada ruas satu, lanjut Sabri, jaringan irigasi itu dikerjakan sepanjang 3 kilometer lebih, ruas dua sepanjang  392 meter dan ruas tiga di Dusun Purnama sepanjang 1 kilometer lebih (1,54). “Kalau berdasarkan teknis, ketebalan pondasi jaringan irigasi itu 40 centimeter dan lebarnya 50 centimeter. Sementara ketinggian jaringan irigasi 1,19 meter bedasarkan asburdrawing,” sebutnya.

Ditanya mengenai kondisi dilapangan apakah sudah sesuai dengan pekerjaan, Sabri tidak bisa memberikan komentar, sebab pekerjaan jaringan irigasi tersebut bukan dimasa dia menjabat. “Itu bukan dimasa saya, makanya saya tidak bisa menjelaskan lebih rinci,” demikian tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Desa Kuta Bak Drien, Syarkani, kepada wartawan, Sabtu (2/5) pagi mengatakan, sekitar 60 petani di wilayah setempat bakal terancam gagal panen akibat jebolnya tanggul tersebut. Dimana,  padi yang sudah ditanami tidak bisa digunakan lagi dan harus tanam ulang.

Awalnya, lanjut Syarkani pada tahun 2019 lalu ada sekitar 50 meter tanggul pengaman irigasi itu jebol tapi kita tanggulangi secara darurat dengan swadaya petani. Kemudian pada Kamis malam kemaren sudah jebol lagi lebih kurang 100 meter. Sehingga aliran air terputus berubah haluan masuk ke persawahan warga hingga mencapai Desa Blang Padang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Rekomendasi

Terkini

X