TAPAKTUAN - realitasonline.id | Isu tidak mengenakkan terhadap Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Aceh Selatan dalam beberapa hari lalu berhembus di media sosial. Ada pihak yang menuding oknum dari PP Aceh Selatan telah melakukan pungutan liar (Pungli) terhadap pedagang di Pasar Inpres Tapaktuan.
Menanggapi isu miring tersebut, Pengurus Majelis Pimpinan Cabang (MPC) PP Kabupaten Aceh Selatan, Selasa (8/9/2020) langsung turun ke Pasar Inpres Tapaktuan untuk mengkroscek kebenaran informasi tersebut.
Beberapa pedagang yang ditemui di Pasar tersebut mengaku tidak pernah di Pungli oleh oknum yang mengatasnamakan Pemuda Pancasila.
“Kami tidak pernah di Pungli, sebab memang tidak ada Pungli disini. Jika ada Pungli tentu sudah kami laporkan ke pihak berwajib, cuma sejauh ini tidak ada Pungli di Pasar Inpres ini,” ungkap salah seorang pedagang di Pasar Inpres Tapaktuan saat ketua MPC PP Aceh Selatan Yose Mouna bersama wartawan mengkroscek langsung kebenaran informasi tersebut ke lapangan dan diamini pedagang lainnya, Selasa (8/9/2020).
Namun pedagang mengaku, beberapa hari lalu ada anggota PP membawa proposal terlampir list meminta sumbangan seikhlasnya untuk acara pembentukan MPAC Pemuda Pancasila Kecamatan Tapaktuan. “ tidak dipatok besaran sumbangan, serelanya saja,” timpal pedagang lain.
“Kita sudah kroscek sama – sama di lapangan dan tidak ada oknum anggota PP yang melakukan Pungli di Pasar Inpres Tapaktuan,” ungkap Yose Rizal Mouna selepas bincang dengan pedagang.
Menurut Yose, pihaknya tidak akan mentolerir jika ada anggotanya yang melakukan Pungli atau tindakan lain yang bertentangan dengan hukum dia juga menegaskan tak pernah mengerahkan anggotanya untuk mengutip uang kepada pedagang.