artikel

Belajar dari Kisah Uwais Al-Qarni, Sosok Petugas Haji Sektor 7 Jadi Sorotan

Kamis, 15 Juni 2023 | 14:30 WIB
Kisa anak berbakti pada ibunya. (Realitasonline.id/PXABAY)

Medan - Realitasonline.id | Dalam sejarah Islam ada satu sosok yang sangat populer, yaitu Uwais Al–Qarni. Beliau merupakan pemuda asal Yaman yang sholeh sekaligus sangat berbakti kepada ibunya.

Dari sejarah tersebut yang memantik tim dari penyelenggara haji Indonesia, Khaeroni dilansir dari laman Kemenag, bahwa menyandingkannya dengan kondisi yang sekarang yang mana jemaah haji khususnya lansia yang menjadi prioritas.

Banyaknya jemaah yang sudah lanjut usia membuat simpati ataupun empati jemaah haji lainnya.

Terlihat banyaknya yang melakukan seperti yang dilakukan oleh sahabat nabi, yaitu Uwais Al–Qarni walaupun itu bukan ibunya.

Baca Juga: Masyarakat Sionom Hudon Tolak Tanah Adat Seluas 1763 Ha Diserahkan ke Pihak Lain

Mereka berbondong-bondong untuk menggendong para lansia yang melakukan prosesi jemaah haji.

Sedikit ulasan mengenai sejarah kisah pemuda Uwais Al–Qarni tentang memuliakan ibunya. Kita harus banyak belajar tentang kisah sahabat nabi tersebut.

Pemuda yang pernah berjumpa dengan nabi, ia merupakan seorang yang kurang mampu dan tinggal di pinggiran Yaman.

Uwais Al–Qarni ini bukanlah orang yang terkenal, selain kurang mampu dia juga memiliki penyakit kulit. Namun, pernah disebut oleh Rasulullah bahwa Uwais Al–Qarni merupakan pemuda yang sangat dicintai Allah hingga terkenal sampai ke langit.

Baca Juga: Direksi dan Dawas PDAM Tirta Lihou Dilantik, Bupati Harapkan Berkontribusi Nyata

Dalam kisahnya pemuda tersebut dalam kesehariannya adalah pedagang dan menggembala kambing yang dimiliki orang lain. Ia masuk Islam setelah seorang sahabat yang diutus oleh Rasulullah SAW untuk melakukan dakwah di Yaman.

Sebagaimana dalam sejarah disebutkan bahwa Uwais Al–Qarni memiliki rumah yang kecil dan reot ia hidup berdua dengan ibunya yang seorang tunanetra. Pada suatu hari ia mengatakan tidak akan pernah terlontar dari mulut ibunya kecuali akan kulakukan apa yang diinginkan.

"Wahai Uwais ibu sudah tua jika kematian datang kepada ibu, ada satu keinginan yang ingin ibu sampaikan kepadamu," ucap ibunya pada suatu waktu.

"Apa itu wahai ibu? Katakan," jawab pemuda tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini

Unggulan Pejabat Kadis Pertanian dan Ketapang Taput

Jumat, 23 Januari 2026 | 11:49 WIB

PTPN1 Regional 1 Sembelih 13 Lembu, 4 Kambing

Minggu, 8 Juni 2025 | 06:46 WIB