Medan - Realitasonline.id | Orang yang melakukan haji harus tetap dalam keadaan Ihram. Bolehkah potong kuku saat haji?
Ihram diartikan sebagai niat untuk datang sebelum menunaikan haji dengan melarang atau menghindari hal-hal yang diharamkan selama ihram.
Dengan kata lain, seorang muslim yang telah menyatakan tujuan ihram untuk haji berarti dia telah memulai ibadah.
Baca Juga: Sejarah Peristiwa Mengenang Nabi Muhammad SAW dari Sakit Hingga Wafatnya
Padahal menggunting kuku merupakan salah satu sunnah yang fitrah seperti yang dijelaskan oleh Nabi SAW. Dari Aisyah RA yang mengutip sabda Rasulullah SAW,
وَاسْتِنْشَاقُ الْمَاءِ وَقَصُّ الْأَظْفَارِ وَغَسْلُ الْبَرَاجِمِ وَنَتْفُ الْإِبِطِ وَحَلْقُ الْعَانَةِ وَانْتِقَاصُ الْمَاءِقَالَ زَكَرِيَّاءُ قَالَ مُصْعَبٌ وَنَسِيتُ الْعَاشِرَةَ إِلَّا أَنْ تَكُونَ الْمَضْمَضَةَ
Artinya:
"Sepuluh hal yang termasuk fitrah, yaitu menggunting (menipiskan) kumis, memelihara (memanjangkan) jenggot, bersiwak (menggosok gigi), istinsyaq (memasukkan air ke hidung ketika berwudhu), memotong kuku, membasuh sela-sela jari (Barajim), mencabut (mencukur) bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, dan bersuci dengan menghemat air." (HR Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasai, dan Ibnu Majah)
Baca Juga: RSUD Parapat Kini Miliki Poli Jantung dan Mata, Bupati Harapkan Ini
Memotong Kuku saat Melaksanakan Ibadah Haji
Melansir buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah 2023 terbitan Kementerian Agama (Kemenag) RI, memotong kuku termasuk dalam perkara larangan dalam ihram. Larangan ini ditujukan baik bagi jemaah laki-laki maupun perempuan.
"Selama berihram, baik laki-laki maupun perempuan dilarang memotong kuku dan mencukur atau mencabut rambut dan bulu badan," bunyi keterangan dari Kemenag.
Hal ini disandarkan dari surah Al Baqarah ayat 196 yang berbunyi,
وَاَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلّٰهِ ۗ فَاِنْ اُحْصِرْتُمْ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِۚ وَلَا تَحْلِقُوْا رُءُوْسَكُمْ حَتّٰى يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهٗ ۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ بِهٖٓ اَذًى مِّنْ رَّأْسِهٖ فَفِدْيَةٌ مِّنْ صِيَامٍ اَوْ صَدَقَةٍ اَوْ نُسُكٍ ۚ فَاِذَآ اَمِنْتُمْ ۗ فَمَنْ تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ اِلَى الْحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِۚ فَمَنْ لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلٰثَةِ اَيَّامٍ فِى الْحَجِّ وَسَبْعَةٍ اِذَا رَجَعْتُمْ ۗ تِلْكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ ۗذٰلِكَ لِمَنْ لَّمْ يَكُنْ اَهْلُهٗ حَاضِرِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ ࣖ