artikel

Kain Kiswah Boleh Dibawa Pulang? Mansouri: Sebagai Hadiah Bila Diminta Pejabat Otoritas

Senin, 26 Juni 2023 | 13:40 WIB
Kain Kiswah berwana hitam penutup ka'bah diganti petugas, ketika menjelang Idul Adha pada 9 Dzulhijjah (Pixabay.com)

Realitasonline.id | Kain penutup Ka'bah atau disebut dengan kain kiswah, tiap tahunnya selalu diganti dengan yang baru oleh petugas, ketika menjelang Idul Adha 9 Dzulhijjah. Pada hari itu pula, para jemaah haji akan pergi untuk beribadah ke bukit Arafah. Para petugas pun berkesempatan untuk mengganti kain kiswah dengan yang baru menggunakan eskalator seluler.

Dilansir dari travel.detik.com seorang Direktur Jenderal Ahmad bin Muhammad Al Mansur menjelaskan tentang benang emas yang ada di kain kiswah tersebut akan hilang dari kainnya.

Kemudian, kain kiswah akan diletakkan di tempat dalam gudang pemerintahan. Dalam gudang tersebut terdapat konservasi teknis, guna mencegah reaksi kimia ataupun bakteri yang akan merusak kain kiswah jika sudah lama. Lalu, kain kiswah bisa diberikan ke museum ataupun sebagai hadiah jika diminta oleh pejabat otoritas.

Baca Juga: Puncak Haji 1444 H 27 Juni 2023 Jamaah Bersiap Ke Arafah

Mansouri menyebutkan, kain kiswah tersebut terbuat dari 670 kg Sutra mentah diwarnai dengan warna hitam. Kain kiswah juga dilapisi Sutra berlapis kapas yang disulam dengan 120 kg benang emas dan 100 kg benang perak.

Kain kiswah ini memiliki panjang sekitar 400 meter memiliki 5 sisi untuk 4 menutupi bentuk persegi Ka'bah kemudian potongan kelimanya untuk tirai menutupi pintu masuk.

Mengulik sejarah tentang kain kiswah itu, pada saat Nabi Ismail dengan Adnan bin Udd, buyut Nabi Muhammad. Tercatat dalam sejarah, bahwa orang yang pertama kali menyelimuti ka'bah dengan kain kiswah adalah Raja Dinasti Himyariyah Yaman, Abu Karb As'ad.

Baca Juga: Shalat Idul Adha Lebih Afdal di Masjid atau di Lapangan? Ini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat dan Hadis

Mengutip dari buku Ali al-Kharbutli dengan judul Sejarah Ka'bah (2013), ketika As'ad bermimpi dirinya menutupi ka'bah dengan kain. Kemudian, ia pun langsung menunaikan mimpinya, ketika melintasi Mekah setelah dari peperangan Yatsrib pada 220 sebelum Hijriyah.

Pada mulanya, As'ad menutup ka'bah dengan kulit ataupun kain kasar. Ada juga riwayat lain yang mengatakan, As'ad menutupi ka'bah dengan daun kurma ataupun yang melapisinya dengan bunga Ma'arif yang begitu wangi.

Kemudian, pada tahun berikutnya orang-orang berlomba-lomba untuk menghadiahi ka'bah dengan kain pada saat itu pula kain kiswahnya diambil. Jika ada yang rusak, maka langsung diganti dengan yang lain, maka pendapat menganggap memasang kiswah sebagai tugas Agama merupakan suatu kehormatan yang besar.

Baca Juga: Ciri-ciri Haji Mabrur Menurut Rasulullah, Tandai Perilakunya seperti ini

Kemudian, untuk orang yang pertama kali menutup ka'bah dengan kain Sutra, yaitu Khalid bin Ja'far bin Kilab. Sedangkan Nabi Muhammad merupakan orang pertama yang menutupi ka'bah dengan kain putih yang dibuat di Mesir.

Kemudian, pada saat pembebasan Kota Mekah, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam tetap mempertahankan kiswah yang lama yang digunakannya pada zaman jahiliyah. (MIF)

Tags

Terkini

Unggulan Pejabat Kadis Pertanian dan Ketapang Taput

Jumat, 23 Januari 2026 | 11:49 WIB

PTPN1 Regional 1 Sembelih 13 Lembu, 4 Kambing

Minggu, 8 Juni 2025 | 06:46 WIB