Gubsu Edy Hadiri Dies Natalis ke-21 Institut Kesehatan Helvetia

photo author
Administrator, Realitas Online
- Kamis, 15 September 2022 | 23:50 WIB
Edy Rahmayadi memotivasi seribuan mahasiswa pada Syukuran Dies Natalis Institut Kesehatan Helvetia ke 21 di Kampus Institut Kesehatan Helvetia, Kamis (15/9/2022). (Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumut / Imam Syahputra).
Edy Rahmayadi memotivasi seribuan mahasiswa pada Syukuran Dies Natalis Institut Kesehatan Helvetia ke 21 di Kampus Institut Kesehatan Helvetia, Kamis (15/9/2022). (Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumut / Imam Syahputra).

MEDANrealitasonline.id | Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menekankan tiga hal kunci sukses dalam menjalani hidup agar menjadi karakter yang bermaratabat. Yakni kejujuran, sabar dan tidak pantang menyerah menghadapi cobaan, serta menanamkan sifat kasih sayang dalam diri.

Hal ini disampaikan Gubernur Edy Rahmayadi saat memberikan kuliah umum dihadapan 1.500 mahasiswa Institut Kesehatan Helvetia pada acara Dies Natalis ke-21 di Kampus Institut Kesehatan Helvetia Jalan Kapten Sumarsono Nomor 107 Medan, Kamis (15/9/2022).

"Saya akan berbicara tiga hal untuk memotivasi anak-anakku semua, dalam menjalani kehidupan ini, untuk menjadi SDM yang bermartabat dan meraih sukses ke depan sebagai pemimpin," ucap Edy Rahmayadi.

Hadir dalam kegiatan ini, Pembina Yayasan Helvetia Razia Begum Suroyo, Rektor Institut Kesehatan Helvetia Ismail Efendy, Kepala Dinas Pendidikan Sumut Asren Nasution, Kepala Dinas Kesehatan Sumut Ismail Lubis, Kepala Dinas Tenaga Kerja Baharuddin Siagian, para dosen serta ribuan mahasiswa.

Edy Rahmayadi mengingatkan pada mahasiswa untuk giat belajar dan mengikuti ujian dengan kejujuran. Jika hasil yang diperoleh tidak sesuai harapan, jangan mudah menyerah dan terus berusaha lagi belajar sampai hasil yang diperoleh sesuai dengan kemampuan yang ada.

Edy Rahmayadi juga berharap, mahasiswa dapat memegang teguh prinsip ini dalam semua aktivitas kehidupan. Kejujuran adalah segala-galanya. Begitu pula dalam mengecap pendidikan terutama mahasiswa kesehatan, kejujuran itu sangat utama karena berhubungan dengan kelangsungan hidup orang lain.

"Sedangkan berbohong itu hanya boleh dilakukan ketika berperang dalam hal strategi. Berbohong untuk membahagiakan istri, contoh masakan yang disiapkan, meskipun kurang enak, tapi boleh berbohong dalam hal itu. Berbohong lainnya itu tidak boleh," katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

Telegram Rilis Fitur Baru, Ada App Store Mini

Sabtu, 31 Agustus 2024 | 18:36 WIB
X