Simalungun - Realitasonline.id | Duka mendalam dirasakan keluarga almarhum Lenni Herawati Hutapea (42). Bendahara Puskesmas Bandar Huluan tersebut dihabisi bersama anak laki-laki semata wayangnya Antonius Ferdinand Lumban Gaol (12).
Korban dihabisi secara sadis oleh Safrin Dwiva (23) di rumahnya kompleks Perumahan Mutiara Landbouw, Huta V Nagori Bandar, Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun, Selasa (18/4/23) kemarin.
Pun begitu pihak keluarga korban menduga ada keterlibatan "orang dekat" korban dalam kasus kematian ibu dan anak tersebut.
Dugaan itu mengarah kepada suami sambung korban, DSHP yang berprofesi sebagai dokter di Kalimantan.
Menurut keterangan adik korban, Kartoba Hutapea (38) kepada wartawan, Rabu (3/5/23) bahwa keluarganya baru mengetahui jika korban merupakan istri keempat dari suami sambungnya.
"Mereka menikah tahun 2020 silam. Setelah kakak saya pisah dengan suaminya terdahulu. Mereka belum dikaruniai anak. Anak yang meninggal itu merupakan anak kakak saya dari suami pertamanya," ungkap Kartoba.
Baca Juga: PT Freeport Indonesia Buka Lowongan Magang Bagi Mahasiswa Aktif, Cek Jurusan yang Dibutuhkan
Diungkapkan Kartoba, keluarga juga menaruh curiga kepada pelaku pembunuhan merupakan orang suruhan.
"Dianya (pelaku) merupakan warga pendatang dari Medan Johor dan sesekali datang ke komplek rumah korban karena ada kawannya di sana. Nama temannya itu Togap Siagian. Pacarnya pelaku juga katanya orang Perdagangan. Kematian kakak kami penuh kejanggalan dan kecurigaan," ujar Kartoba.
Kalau memang modus perampokan, sambung Kartoba, kenapa perhiasan emas sebanyak 40 mayam, laptop, mobil dan sepeda motor yang ada di rumah korban saat itu tidak dilarikan.
"Kenapa hanya hape saja yang diambilnya. Sementara kedua korban dihabisi dengan banyak tikaman dan kemudian diletakan dalam satu kamar dan disusun teratur. Hingga akhirnya ditemukan membusuk," ungkap pria yang bertempat tinggal di Pekanbaru, Riau tersebut.
Masih katanya lagi, selama korban belum ditemukan suaminya tidak ada menghubunginya.
"Malah kami yang mencari tau kenapa korban tidak bisa dihubungi dan kami mendatangi rumahnya. Seharusnya sebagai suami istri yang berjauhan tempat tinggal pasti sering berkomunikasi. Dan suaminya akan mengabari kami kenapa istrinya tidak bisa dihubungi. Ini malah kebalikannya," tutur Kartoba.
Baca Juga: Deretan Wilayah dengan Suhu Terpanas di Indonesia, Medan Nggak Ada Tanding
Disebutkan adik korban itu lagi, setelah kematian kakaknya, DSHP mulai sibuk menginventarisir harta peninggalan korban.
"Aneh kan. Masak baru beberapa hari kejadian dia (DSHP) mulai mengurusi harta kakak kami," beber Kartoba seraya menyebutkan Br M istri pertama DSHP berada di Perdagangan.
Sebelum kematiannya, ujar Kartoba, korban dan suaminya pernah bertengkar hebat.
"Suaminya mencurigai kakak saya ada bermain dengan laki-laki lain. Dan itu dibantah korban. Sampai stres kakak kami karena tuduhan tersebut," sebut Kartoba.
Sekadar diketahui, atas peristiwa berdarah tersebut. Korban Lenni alami luka tusuk 1 kali di bagian leher dan saat korban jatuh ke atas tempat tidur, selanjutnya pelaku menikam korban ke arah jantung.
Baca Juga: Ikuti Kemendikbud Ristek, Menteri Agama Tegaskan Madrasah Terapkan Kurikulum Merdeka Belajari
Sementara anak korban, alami luka di leher kemudian pelaku menikami secara ulang berulang ke arah perut.
Usai menikam kedua korban, pelaku juga membongkar lemari korban. Namun tidak ada barang berharga ditemukan, kecuali hape korban di atas tempat tidur.