Medan - Realitasonline.id | Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Medan membongkar sebuah bangunan milik Organisasi Kepemudaan (OKP) di kawasan Pajak Kapuas Kelurahan Belawan 2 Kecamatan Medan Belawan, Kamis 11 Mai 2023.
Informasi dihimpun saat dilakukan pembongkaran sempat ada perlawanan dari sejumlah pihak yang diduga anggota OKP tersebut. Namun pembongkaran dapat dilaksanakan berkat dikawal personel Polres Pelabuhan Belawan dan TNI.
Selanjutnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan, membongkar bangunan, juga milik OKP yang sama di Jalan Beliton Barat, Belawan 2. Pembongkaran dua Pos OKP tersebut dilakukan karena didirikan di bahu jalan.
Baca Juga: Toyota Lakukan Penyegaran Pada Yaris Produksi 2023
Sebelum dilakukan pembongkaran, Pemko Medan telah menyurati pemilik bangunan tersebut untuk membongkar sendiri bangunannya, namun tidak kunjung dilakukan dan akhirnya petugas Satpol bertindak.
Kabid Tramtib dan Tramas Satpol PP Kota Medan, W Malau di Konfirmasi enggan memberi keterangan lebih jauh terkait pembongkaran tersebut, Bahkan terkesan menolak memberi penjelasan dengan alasan pembongkaran sedang berlangsung. “Nanti, nanti saja, pembongkaran sedang dilakukan,” singkatnya.
Selain itu, pembongkaran pos salahsatu OKP itu memakan korban jiwa, satu orang warga meninggal tertimpah reruntuhan bangunan yang dirubuhkan petugas Satpol PP.
Baca Juga: Jalinsum Padangsidimpuan Makan Korban, Sopir Truk CPO Tewas Kernet Dan Penumpang Kritis
"Satu orang warga tewas saat proses pembongkaran Pos OKP tersebut, bangunan Pos itu roboh dan menimpa warga bernama Dedi Irawan (36) hingga meninggal dunia, korban juga merupakan salah satu pengurus anak ranting Pemuda Pancasila di Jalan Bliton, Belawan II," tulis warga net dikutip melalaui group facebook Forum Anak Belawan Bersatu.
Ketua PAC Pemuda Pancasila Medan Belawan Hadi Suhendra menyesalkan kelalaian petugas Satpol-PP atas terjadinya inseden yang merenggut nyawa manusia.
Dia mengatakan, harusnya Satpol-PP bekerja melihat di sekitar saat merobohkan, terutama harus kerja dengan safety memberikan jarak jauh dari warga agar tidak tertimpah bangunan yang ingin di robohkan.
Baca Juga: Syah Afandin Anggap Kades, Lurah dan Camat Sebagai Mitra Bukan Bawahan
“Ini kelalaian petugas Satpol-PP tidak melihat sekitar saat merobohkan, sampai ada jatuhnya korban, korban itu adalah salah satu kader Pemuda Pancasila Belawan,” ujar Hadi Suhendra.
“Saya meminta bapak Walikota Medan Bobby Nasution, untuk mencopot Kasat Pol PP, karena mereka sudah lalai dalam bekerja,”ujarnya. (AH)