Nikson Nababan mengungkapkan dirinya bila terpilih jadi Gubernur Sumut periode 2024-2029, juga akan memikirkan produksi pertanian harus dijaga betul dengan harga yang stabil, jangan sampai hasil produksi pertanian merugikan masyarakat.
"Di bidang struktur terkendala, eksesting saja belum beres. Ini harus beres, anggaran harus kesitu dulu, menjadi prioritas dulu. Kemudian, konektivitas bagaimana Taput bisa terkoneksi ke Labuhanbatu dan sebaliknya begitu. Tidak harus komoditas harus masuk Belawan dulu, ada Sei Mangkei, terkoneksi antar infrastruktur," jelas Nikson Nababan.
Baca Juga: Sat Lantas Polres Batu Bara Ajarkan Tertib Lalu Lintas Sejak Dini
Nikson Nababan ingin merubah stigma negatif kepanjangan Sumut, semua urusan uang tunai menjadi semua urusan harus tuntas. Karena, harus dilakukan reformasi birokrasi pemerintahan nantinya.
"Sumut ini, kita ketemu dimana-mana, berteman. Selalu orang Sumut, semua urusan harus uang tunai, bisa dijadikan hal yang negatif. Kapan ya, Sumut itu tidak lagi, semua urusan tidak lagi uang tunai?," kata Nikson Nababan.
"Bagaimana Sumut ini, semua urusan harus tuntas, tidak boleh pakai uang. Ini metaliti. Ini akan berdampak sektor," jelas Nikson kembali.
Nikson Nababan mengungkapkan bahwa dirinya harus mengembangkan potensi olahraga di Sumut. Apa lagi, di Sumut ada PSMS Medan, menjadi klub bola ternama di tanah air ini. Bila terpilih menjadi Gubernur Sumut, harus kembali berlaga di Liga 1 Indonesia.
"Termasuk, klub besar itu, Persija, Persib, Persebaya, pasti ada PSMS yang berlaga di dalamnya," kata Nikson Nababan.
Nikson Nababan mengungkapkan teladan itu, harus dimulai dari pemimpin, dengan melakukan anggaran prioritas pertanian, kelautan dan penjaminan harga, hirilisasi UMKM.
"Semua desa di Sumut tidak lagi terisolir, semua desa Sumut harus merdeka. Fasilitas di desa harus diperbaiki dan desa itu, menjadi pusat perekonomiannya, dampak konsumsi orang kota, dan inflasi bisa ditekan. Ngapain orang ke kota, bila di desa sudah mapan," ujar Nikson.
Sementara itu, Ketua Desk Pilkada Sumut PKB, Jabidi Ritonga, mengungkapkan pihaknya menerima pengembalian formulir pendaftaran disampaikan oleh Nikson Nababan secara langsung bersama timnya.