Cerita Mahasiswa USU Wujudkan Mimpi lewat Program IISMA: Enaknya Kuliah di Luar Negeri

photo author
Ayu Kesuma Ningtyas, Realitas Online
- Jumat, 16 Agustus 2024 | 20:50 WIB
Mahasiswa USU wujudkan mimpi melalui Program IISMA. (Realitasonline.id/Dok)
Mahasiswa USU wujudkan mimpi melalui Program IISMA. (Realitasonline.id/Dok)

Baca Juga: Pilkada 2024 Abdya: Panglima Do Sebut Dukungan PA ke Jufri-Fakhruddin Belum Final

Ia bahkan telah menargetkan lolos IISMA dari semester-semester sebelumnya. Karenanya ia berusaha keras menyeimbangan kegiatan akademik dan non-akademik.

“Kedua hal ini perlu diperjuangkan dan diseimbangkan, lelah dan letih itu pasti, tapi kuncinya jangan mudah menyerah,” ujar Hilmi yang berhasil lolos ke Singapore Management University, Singapura.

Ketatnya persaingan untuk bisa lolos menjadi awardees IISMA ditambah dengan biaya tes yang tak murah memang kerap menjadi tantangan tersendiri.

Aisah Fahrani mengatakan tak jarang untuk mendapatkan sertifikat Bahasa Inggris, rekan-rekannya harus mencoba dua sampai tiga kali.

Sekali tes biayanya paling murah mencapai Rp900.000. Karenanya para awardees menilai sejatinya tantangan yang paling besar untuk mengikuti tes IISMA ini adalah keterbatasan biaya.

Untuk itu, para awardees berharap ke depan proses ini bisa diubah, atau kalau memungkinkan biaya tes disubsidi atau digratiskan.

Sebab, bila biaya yang dikeluarkan cukup tinggi kesempatan belajar ke luar negeri akan tertutup bagi mereka yang rendah ekonominya.

Program IISMA hanya akan dinikmati oleh kalangan menengah atas dan dirasa kurang berkeadilan.

Baca Juga: Padahal Termasuk Orang Berjasa untuk Indonesia, Ustaz Adi Hidayat Ungkap Pengusaha Keturunan Arab yang Ingin Dihilangkan dalam Proklamasi

Ridwan Firmansyah dari FEB, Program Studi Manajemen yang lolos ke National Cheng Kung University, Taiwan, mengamini hal tersebut.

Karenanya ia berpesan kepada para awardee di tahun 2025 agar mempersiapkan diri mereka dengan baik. “Khususnya menabung, siapin dana buat tes Bahasa Inggris dan lain-lain, tingkatin Bahasa Inggris, pertahankan IPK tetap di atas 3.0, perkaya CV dengan aktif di organisasi dan pilih universitas dengan bijaksana,” pesan Ridwan.

Senada dengan Ridwan, Edbert Nathaniel, mahasiswa FEB USU, Program Studi Managemen yang lolos ke University of Queensland, Australia juga membagikan tipsnya yaitu dengan riset dan mencari tahu tentang IISMA dengan detail, refleksi diri untuk mengetahui kemampuan, kelebihan dan kekurangan diri sendiri dan persiapkan persyaratan dokumen seleksi sedini mungkin.

Rektor USU Prof Muryanto Amin dalam berbagai kesempatan terus mendorong mahasiswa USU meraih prestasi yang gemilang.

Rektor selalu memotivasi para mahasiswa USU untuk menjadi seorang pembelajar sejati yang tak kenal menyerah, serta adaptif terhadap perubahan zaman.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ayu Kesuma Ningtyas

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X