Di era digital, di mana komunikasi sering dilakukan melalui layar, ia percaya bahwa interaksi langsung tetap memiliki kekuatan luar biasa. Pertemuan tatap muka tidak hanya memungkinkan pertukaran informasi, tetapi juga membangun rasa saling percaya yang mendalam.
"Jaringan yang luas memudahkan informasi sehingga sebagai wartawan tidak akan kekurangan informasi," tambahnya.
Dr. Aqua mengingatkan para peserta bahwa keberhasilan seorang jurnalis bukan hanya terletak pada keterampilan menulis, tetapi juga pada kemampuan membangun jaringan yang efektif. Dengan memiliki banyak koneksi, wartawan dapat menggali berbagai perspektif dan mendapatkan akses yang lebih baik terhadap berita.
Melalui pemaparan ini, Dr. Aqua Dwipayana berhasil memberikan wawasan berharga kepada para jurnalis. Hujan yang mengguyur di luar menjadi latar belakang yang kontras dengan semangat belajar di dalam aula.
Dalam dunia yang terus berubah, keyakinan bahwa setiap orang dapat menjadi guru dan setiap tempat adalah kelas menjadi pengingat bahwa pembelajaran tidak mengenal batas. Setiap interaksi adalah kesempatan untuk tumbuh, dan dalam jurnalisme, itu adalah prinsip yang sangat berharga. (GS)