Realitasonline.id - MEDAN | Sebanyak 1757 lulusan Universitas Sumatera Utara (USU) diwisuda pada Jumat dan Sabtu 7-8/2/2025.
Pengukuhan gelar kepada wisudawan periode II Tahun Akademik 2024/2025 ini ssbagai bentuk apresiasi yang digelar USU atas pencapaian akademik para mahasiswa yang telah menyelesaikan studi mereka.
Wisuda berlangsung secara hybrid di Auditorium USU dan penayangan streaming YouTube.
Baca Juga: Penampakan Mobkas Tua di Kandang, Mitsubishi Lancer Evo III Tahun 1995 Dibanderol Segini
Pada periode ini USU meluluskan 1.757 wisudawan dari berbagai fakultas dan jenjang pendidikan.
Dengan tambahan ini, total jumlah lulusan USU hingga saat ini mencapai 265.036 orang, yang telah berkiprah di berbagai bidang dan berkontribusi bagi masyarakat.
Dalam pidatonya yang bertema Pendidikan Mengajarkan Cara Berpikir dan Belajar Memberi Solusi, Rektor USU Prof Muryanto Amin menyampaikan kebanggaannya kepada seluruh wisudawan yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi mereka.
Ia menekankan bahwa keberhasilan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru dalam kehidupan.
“Hari ini adalah momen bersejarah dalam kehidupan saudara-saudara sekalian. Gelar akademik yang diraih bukan hanya sebuah pencapaian pribadi, tetapi juga amanah untuk mengabdikan ilmu bagi masyarakat dan bangsa,” ujar Prof. Muryanto.
Sejalan dengan itu Rektor USU menekankan para lulusan harus terus mengasah kemampuan mereka dan tidak hanya bergantung pada ijazah semata.
Menurutnya, dunia kerja kini menuntut kreativitas, fleksibilitas, serta kecakapan dalam mengadaptasi perubahan.
“Kreativitas dan daya saing menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan di dunia kerja. Saya berharap para wisudawan USU dapat terus berkembang dan menjadi pemimpin di bidangnya masing-masing,” tambahnya.
Acara wisuda ini tidak hanya menjadi perayaan keberhasilan akademik, tetapi juga momentum untuk merefleksikan peran lulusan USU dalam dunia profesional. Rektor USU juga mengingatkan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh pencapaian akademik, tetapi juga oleh karakter dan kemampuan dalam mengelola tantangan di dunia kerja yang kompetitif.
“Jangan takut gagal. Dari kegagalan, kalian akan belajar untuk bangkit dan menjadi lebih kuat,” pesannya.