Realitasonline.id - MEDAN | Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution ajak Yayasan Maju Tapian Nauli (MATAULI) dan para alumni yang tergabung dalam Ikatan Alumni SMA Negeri Plus Matauli (IKAMA) mendukung Pemprov Sumut kembangkan SMA Unggulan yang akan dibangun tahun 2026.
Yayasan MATAULI diharapkan dapat berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Sumut.
Hal ini disampaikan Bobby Nasution saat menghadiri pelantikan Pengurus Pusat IKAMA MATAULI periode 2025-2029 di Aula Raja Inal Siregar kantor Gubsu,baru-baru ini.
Baca Juga: Jaringan Peredaran Narkoba Lintas Kabupaten Dibongkar, Polsek Ringkus Pengedar dan Sita 6 Bal Ganja
Pemprov Sumut, kata Bobby Nasution, nantinnya akan membangun tiga sekolah SMA Unggulan dimulai tahun depan, salah satunya di Kepulauan Nias.
"Untuk itu, saya minta support dari Alumni MATAULI untuk membantu sekolah unggulan ini, yang kita harapkan dengan sekolah unggulan ini dapat memajukan, baik pola pikir dan juga pengetahuan untuk warga Sumut," ucap Bobby Nasution.
Pada kesempatan itu Bobby Nasution juga berharap Yayasan MATAULI lebih perhatian dengan lingkungan sekitar, yakni Kabupaten Tapanuli Tengah.
Baca Juga: 26 Pejabat Eselon II di Evaluasi, Pemkab Abdya Gelar UKom
Selain mencetak SDM yang unggul, MATAULI juga diharapkan dapat mengangkat harkat dan martabat penduduk sekitar daerah Yayasan MATAULI.
Seluruh pemangku kepentingan baik Pemprov Sumut, yayasan, tokoh masyarakat dan lainnya juga diharapkan untuk dapat bekerja sama dan berkolaborasi memajukan Pendidikan.
Hal tersebut sesuai dengan Asta Cita Presiden RI untuk mencerdaskan dan juga memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Ketua Yayasan MATAULI Fitri Krisnawati Tanjung kesempatan itu menceritakan ide dari pendirian SMAN 1 MATAULI Pandan oleh tokoh Akbar Tanjung, Faisal Tanjung, dan juga lainnya yang berpikir bagaimana anak dari kampung, bisa masuk dan lulus ke institusi pendidikan tanpa harus merantau ke pulau Jawa.
"Bapak saya dan tokoh lainya dulu terinspirasi dari Lembaga Perguruan Taruna Nusantara kemudian mendidirkan SMAN 1 Pandan Tapteng. Dimana di awal sebanyak 30 guru yang dibawa untuk mengajar di Yayasan MATAULI ini. Hingga saat ini telah lahir alumni yang sudah sukses karena menempuh pendidikan di sini," katanya.
Fitri Krisnawati meminta pada seluruh Alumni dan Yayasan MATAULI untuk berperan mewujudka Indonesia Emas tahun 2045, yakni dengan mewujudkan MATAULI sebagai sekolah percontohan di Indonesia.