Beginilah Perjuangan Ustadz Syahrul Nasution Dirikan Tahfidz Al Qur'an Bersama Ummat

photo author
Iin Prasetyo, Realitas Online
- Rabu, 17 September 2025 | 14:07 WIB
Di ruangan kantor Pondok Pesantren Wakaf Tahfidz Qur'an Ummat Annajah Sumatera Utara - Medan.
Di ruangan kantor Pondok Pesantren Wakaf Tahfidz Qur'an Ummat Annajah Sumatera Utara - Medan.

Realitasonline.id - Medan | Tetesan air mata yang tumpah menjadi penghubung do'a diijabah Allah SWT. Begitulah untaian haru Ustadz H. Syahrul Nasution kala mengingat begitu sedihnya saat ingin memasukkan anak asuhnya seorang yatim piatu ke satu pesantren di Medan beberapa tahun yang lalu. Halhasil pulang kembali ke rumah, ternyata tak sanggup karena mahalnya biaya pendaftaran dan SPP yang ditawarkan.

Betapa tidak, gambaran angka yang diberikan hampir mencapai 19 juta rupiah, sudah termasuk pendaftaran dan SPP, berharap diberikan discount, tapi nyatanya tidak ada.

Sembari menangis sedih memotivasinya seraya berdiskusi dengan sahabat seperjuangannya tak lain kakak angkatnya H. Kalimonang Siregar untuk berjuang menegakkan agama Allah ingin membantu anak - anak yatim dan kaum dhuafa agar kelak bisa belajar, yakni dengan membuka sekolah sendiri.

Baca Juga: Tujuh Kampus Terkemuka Kaji Potensi di Kawasan Transmigrasi Abdya

 

Begitulah sekelumit ungkapan Ustadz Syahrul berangkat dari rasa sedih yang mendalam melihat keberadaan anak-anak yatim dan para dhuafa kebanyakan tak bisa mengenyam pendidikan agama Islam. Dan iapun Ingin berjuang bersama ummat, katanya kepada Realitasonline.id Selasa (16/9/2025) di Pondok Pesantrennya.

Dari penglihatan, kini telah berdiri satu Pondok Pesantren yang diberi nama Waqaf Tahfidz Qur'an Ummat Annajah Sumatera Utara. Terletak di Jalan Selamat Bromo Ujung, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai Kota Medan.

Perjuangan dimulai atas saran dan bimbingan H.Kalimonang Siregar, dibangunlah satu pondok pesantren tahfidz itu tepat di halaman depan rumah Ustadz Syahrul sendiri dengan tanah yang tersisa ukuran 12 X 11 Meter, 5 tingkat ke atas. Dengan kekuatan iman dan berharap ridho Allah SWT, kemudian sempat berdo'a di puncak Jabal Nur (gunung cahaya) Kota Makkah.

 

Baca Juga: Opini Harris Arthur Hedar: 5 Pasal Kontroversi dan Multitafsir RUU Perampasan Aset

 

"Peletakan batu pertama pada 29 Muharram 1443 Hijiriyah bertepatan 7 September 2021 sampai 2023 bisa beroperasi walaupun belum siap betul. Namun begitu berharap ridho dan rahmat Allah SWT dalam menegakkan agama Allah ini, kami berdua memutuskan berangkat ke Makkah hingga mendaki ke puncak Jabal Nur gua Hira' tempat turunnya ayat Qur'an yang pertama, untuk berdo'a kepada Allah SWT", urainya.

Dengan tekad bulat metekapun menancapkan satu bendera tahfidz Qur'an di puncak gunung tersebut.

Sejak kepulangan dari Makkah, Ustadz Syahrul mengakui kalau H. Kalimonang menjadi Penasehat terus memperhatikan tahfidznya sampai sekarang bangunan pondok tahfidznya telah selesai 5 tingkat dengan atap yang digunakan khusus untuk proses belajar santri putra.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Iin Prasetyo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X