Sepanjang 2025 Koperasi dan UMKM di Sumut tunjukkan Kinerja Positif, Bobby Nasution Optimistis tahun 2026 jadi periode Penguatan Daya Saing UMKM

photo author
Ayu Kesuma Ningtyas, Realitas Online
- Rabu, 21 Januari 2026 | 09:55 WIB
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution hadiri Launching Program Sejuta UMKM dan Milad Majelis Ta’lim Halimah di Tiara Convention Centre. (Realitasonline.id/Diskominfo Sumut/Dok)
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution hadiri Launching Program Sejuta UMKM dan Milad Majelis Ta’lim Halimah di Tiara Convention Centre. (Realitasonline.id/Diskominfo Sumut/Dok)

Realitasonline.id - MEDAN | Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengarahkan pembangunan ekonomi Sumut tahun 2026 dengan menempatkan koperasi dan UMKM sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Inisiatif ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing daerah Sumatera Utara.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (KUKM) Sumut Naslindo Sirait mengatakan daya saing UMKM di Sumut akan terus meningkat seiring dengan dinamika pasar, digitalisasi ekonomi, serta penguatan ekosistem kewirausahaan di bawah kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution.

Baca Juga: Wakil Bupati Simeulue Serahkan Bantuan Masa Panik Kepada Korban Musibah Kebakaran

“Kebijakan pembangunan daerah yang pro UMKM dan koperasi menjadi faktor kunci dalam mendorong transformasi ekonomi kerakyatan menuju struktur ekonomi yang lebih tangguh dan kompetitif,” kata Naslindo, Kamis (15/1/2026).

Naslindo menjelaskan, sepanjang tahun 2025 koperasi dan UMKM di Sumut menunjukkan kinerja yang positif.

Kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tercatat sebesar 46,51%, yang menegaskan peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah.

Selain itu, rasio volume usaha koperasi terhadap PDRB mencapai 1,84%, jauh melampaui target 0,79%, yang menunjukkan peningkatan signifikan pada skala dan produktivitas koperasi.

Rasio kewirausahaan daerah juga meningkat dari target 3% menjadi 4,10%. “Kondisi ini mencerminkan tumbuhnya kelas wirausaha baru yang semakin kuat, terutama dari kalangan generasi muda,” ujar Naslindo.

Pada tahun 2025, pertumbuhan volume usaha koperasi mencapai 5,44% atau melampaui target 4,82%, sementara persentase koperasi aktif tercatat sebesar 53,78%. Persentase koperasi yang memperoleh dukungan fasilitasi pelatihan mencapai 46,18%, dengan sekitar 90% di antaranya merupakan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Baca Juga: Peredaran Narkoba Menggurita di Kecamatan Selesai, Aparat Penegak Hukum Dinilai Tutup Mata

Di sisi lain, proporsi UKM yang menjalin kemitraan dan ekspor mencapai 1,75%, melebihi target 1,66%. Capaian ini menjadi indikasi awal meningkatnya orientasi UMKM Sumut terhadap pasar yang lebih luas.

Berdasarkan capaian kinerja tersebut, Dinas Koperasi UKM Provinsi Sumut memproyeksikan pada tahun 2026 akan terjadi peningkatan intensitas persaingan UMKM yang semakin kompetitif.

UMKM dituntut tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu beradaptasi melalui peningkatan kualitas produk, konsistensi produksi, penguatan branding, pemanfaatan teknologi digital, serta perluasan jejaring kemitraan dan pasar.

“Pergeseran fokus kebijakan dari penciptaan usaha baru menuju penguatan kualitas, skala, dan keberlanjutan usaha menjadi arah utama penguatan ekonomi UMKM di tahun 2026,” kata Naslindo.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ayu Kesuma Ningtyas

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X