Aksi Unjuk Rasa Damai Mahasiswa, Tuntut Kalapas Kelas I Medan Dicopot

photo author
Ayu Kesuma Ningtyas, Realitas Online
- Selasa, 27 Januari 2026 | 13:09 WIB
Aksi unjuk rasa damai Koalisi Mahasiswa dan Masyarakat Bersatu Sumatera Utara. (Realitasonline.id/Dok)
Aksi unjuk rasa damai Koalisi Mahasiswa dan Masyarakat Bersatu Sumatera Utara. (Realitasonline.id/Dok)

Realitasonline.id - MEDAN | Koalisi Mahasiswa dan Masyarakat Bersatu Sumatera Utara unjuk rasa damai, Senin (26/1/2026) siang.

Sebelum bergerak menuju Kantor Wilayah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kanwil IMIPAS) Sumut, sekitar 100 peserta aksi berkumpul di Bundaran Manhattan Medan.

Dalam aksi tersebut, massa yang terdiri dari berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat membawa spanduk serta karton berisi tuntutan.

Baca Juga: Berantas HALINAR, Wartelsuspas Sarana Komunikasi Warga Binaan Rutan Tarutung Bagi Kerabat

Mereka juga menggunakan pengeras suara untuk menyampaikan aspirasi terkait dugaan pemberian fasilitas mewah kepada narapidana Samsul Tarigan di Lapas Klas I Medan.

Aksi ini dipimpin oleh Yudhi William bersama Sholihin Chaniago selaku koordinator aksi.

Dalam orasinya, koalisi menyampaikan dugaan adanya fasilitas yang tidak semestinya di kamar tahanan Samsul Tarigan, seperti pendingin ruangan (AC), spring bed, serta telepon genggam. Selain itu, massa juga menyinggung dugaan adanya intervensi dari seorang anggota DPRD Sumatera Utara berinisial JT.

Koalisi turut mengacu pada sejumlah regulasi, di antaranya Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum serta peraturan Kementerian Hukum dan HAM terkait tata tertib lembaga pemasyarakatan.

Baca Juga: 6 SD Tersebar di 3 Kecamatan Taput Dilebur, Ini Nama Sekolahnya

Tiga tuntutan utama disampaikan dalam aksi tersebut, yakni pencabutan dan pemusnahan seluruh fasilitas yang diduga melanggar aturan, evaluasi terhadap jajaran Kepala Lapas, serta penegakan aturan secara tegas dan transparan tanpa pandang bulu.

“Kami meminta agar pengecekan dilakukan secara terbuka dan hasilnya diumumkan ke publik, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemasyarakatan dapat dipulihkan,” ujar Sholihin Chaniago di sela aksi.

Aksi Serupa Digelar di Jakarta

Di lokasi berbeda, aksi demonstrasi dengan tuntutan serupa juga digelar di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) di Jakarta pada hari yang sama.

Aksi tersebut diikuti sekitar 50 orang dari komunitas mahasiswa dan masyarakat yang peduli terhadap isu pemasyarakatan.

Para peserta membawa spanduk yang menuntut penuntasan kasus dugaan pemberian fasilitas “mewah” kepada narapidana Samsul Tarigan di Lapas Klas I Medan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ayu Kesuma Ningtyas

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X