Lewat Road to Hakordia 2022, KPK Ajak Pemangku Kepentingan di Sumut Gelorakan Semangat Antikorupsi

photo author
Administrator, Realitas Online
- Selasa, 29 November 2022 | 19:57 WIB

MEDAN – realitasonline.id | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi membuka rangkaian kegiatan menuju Hari Antikorupsi Sedunia (Road to Hakordia) tahun 2022 dari Medan, Sumatera Utara (29/11). Mengusung tema ‘Indonesia Pulih, Bersatu Lawan Korupsi’, KPK mengajak setiap elemen bangsa bersatu untuk bersama-sama cegah korupsi di lingkungan masing-masing.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menjelaskan bahwa Hakordia yang diperingati setiap 9 Desember, menjadi pengingat bahwa masih marak praktik korupsi saat ini. Praktik yang menyebabkan terhambatnya pengentasan kemiskinan, terganggunya pembangunan, dan yang paling terdampak adalah rakyat miskin.

“Kenyataan kita sehari-hari, yang mudah ditemukan dan dirasakan masyarakat kita adalah kemiskinan. Kita masih melihat, layanan kesehatan kita belum begitu baik, melihat angka pendidikan yang masih rendah, fasilitas sekolah banyak yang rusak, infrastruktur juga dibangun dengan kualitas tidak baik. Salah satu penyebab permasalahan itu adalah korupsi,” ujar Alex.

Selain itu, menurut Alex, tingginya angka korupsi juga diukur dari Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia yang rendah. Dari 180 negara, Indonesia berada pada urutan 96 sebagai negara yang antikorupsi dengan skor 38.

“Untuk itu, saya mengajak keterlibatan seluruh pihak, baik Pemerintah Daerah, Aparat Penegak Hukum, BUMN, BUMD, Pelaku Usaha, dan segenap lapisan masyarakat, sangat penting gelorakan terlibat dalam pemberantasan tindak pidana korupsi,” ujar Alex.

Secara khusus, Alex juga meminta agar para Kepala Daerah memiliki komitmen tidak melakukan korupsi. “Yang paling utama bagi kami, komitmen kepala daerah tidak lakukan korupsi, ini yang harus terus selalu kami ingatkan, kami bangun,” kata Alex.

Selain itu, KPK juga melakukan beberapa upaya berantas korupsi, yang dikenal sebagai Trisula Pemberantasan Korupsi, yaitu pendidikan, pencegahan, dan penindakan. Hasilnya, bisa dilihat dari skor Indeks Perilaku Antikorupsi (IPAK) Indonesia yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Kemudian skor Survei Penilaian Integritas (SPI) juga terus mengalami kenaikan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Rekomendasi

Terkini

X