“Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin antikorupsi dan harus terus digelorakan,” ujar Alex.
Ragam Kegiatan di Road to Hakordia Sumut
Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi berharap peringatan Hakordia 2022 bukan hanya kegiatan seremonial saja, namun menjadi evaluasi dan langkah ke depan hilangkan korupsi di Sumatera Utara.
“Sumatera Utara ini, rangking 2, paling banyak korupsinya. Mungkin ini jadi sentakan untuk kita semua, KPK hadir di sini, untuk jangan lakukan korupsi pengadaan barang dan jasa, korupsi jual-beli jabatan, suap-menyuap, penggelembungan dari perencanaan sampai pertanggungjawaban untuk kepentingan pribadi,” ujar Edy.
Lebih lanjut, Edy menyampaikan apresiasinya ke KPK, karena telah menggelar Road to Hakordia di Provinsi Sumatera Utara. Edy berharap, agar selalu diberikan arahan oleh KPK agar tata kelola Pemerintahan Sumatera Utara semakin baik, demi kesejahteraan masyarakat.
Pada kegiatan Road to Hakordia 2022 ini, KPK menggelar sejumlah kegiatan seperti Workshop Penguatan APIP, Workshop Penyuluh Antikorupsi dan Seminar Antikorupsi Badan Usaha. Selain itu juga terdapat Diskusi Film Antikorupsi, Festival Pelayanan Publik, dan Diskusi Media dengan Pimpinan KPK.
Provinsi Sumatera Utara menjadi wilayah ketiga dalam rangkaian Road to Hakordia Tahun 2022, setelah pekan sebelumnya diadakan di Kalimantan Timur dan Bali. Berikutnya, Road to Hakordia juga akan menyambangi Jawa Barat dan Jawa Timur. Hingga pada puncaknya akan dilaksanakan pada 9 Desember 2022 di Jakarta.
Turut hadir dalam Pembukaan Road to Hakordia Sumut, Gubernur Provinsi Aceh Abdullah Puteh, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, Gubernur Riau, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Gubernur Jambi Al Haris dan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. Hadir pula para Bupati seluruh Kabupaten/Kota Sumut, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut, Forkompimda Sumut, serta para ASN, Pelajar, dan masyarakat umum/tamu undangan. (AL/rel)