Medan - Realitasonline.id| Walikota Bobby Nasution sampaikan penjelasan P-APBD Kota Medan Tahun Anggaran (TA) 2023 sebesar Rp 7,294 triliun lebih atau bertambah 0,33 persen dalam sidang paripurna DPRD Medan.
Sidang paripurna dipimpin Ketua DPRD Hasyim bersama Wakil Ketua Ihwan Ritonga, Rajudin Sagala dan T Bahrumsyah.
Hadir saat itu Wakil Walikota Aulia Rahman, Sekda Wiriya Alrahman, anggota dewan, Sekretaris Dewan (Sekwan) Muhammad Ali Sipahutar serta sejumlah pimpinan OPD.
Adapun struktur P-APBD TA 2023 yang disampaikan meliputi pendapatan daerah di rencanakan sebesar Rp7,294 triliun lebih atau bertambah 0,33% dari sebelum perubahan sebesar Rp7,271 triliun lebih.
Baca Juga: Fraksi PDIP DPRD Medan Setuju Ranperda Inovasi Daerah Jadi Perda, Tapi Segera Terbitkan Perwalnya!
Belanja daerah direncanakan sebesar Rp 7,84 triliun lebih atau turun 0,32 persen dari sebelum perubahan sebesar Rp 7,86 triliun lebih serta pembiayaan netto menjadi Rp 548,5 miliar dari sebelum perubahan sebesar Rp 597,8 miliar.
Penurunan belanja daerah, kata Bobby, padadasarnya disebabkan atas koreksi terhadap penerimaan pembiayaan.
Namun demikian, alokasi belanja daerah tetap dapat diprioritaskan untuk memperluas capaian target kinerja di bidang infrastruktur jalan/drainase dan tanah/bangunan pendukung kegiatan sosial ekonomi kemasyarakatan.
Berdasarkan rancangan Perubahan APBD TA 2023 yang disampaikan, Bobby berharap kapasitas fiskal Pemko Medan tahun 2023 tetap dapat cukup baik, sehingga kebutuhan fiskal daerah untuk penyelenggaraan pemerintah daerah, baik urusan wajib maupun urusan pilihan dapat terpenuhi secara optimal.
Baca Juga: Mengapa Karakter Anime dan Manga Memiliki Mata Besar? Ternyata Ini Alasannya
Bobby menyampaikan masalah dan tantangan pembangunan kota cenderung semakin berat dan kompleks, karena selalu dipengaruhi lingkungan strategis Kota Medan secara keseluruhan.
Untuk itu, Bobby berharap eksekutif dan legislatif mampu merumuskan kerangka regulasi maupun kerangka anggaran dalam APBD yang semakin efektif melalui prinsip efesiensi, efektivitas, berdaya guna dan berhasil guna serta selaras dengan visi misi dan prioritas pembangunan kota yang sudah ditetapkan dalam RPJMD.
Di samping itu, sebut Bobby, keberhasilan pengelolaan APBD juga akan dipengaruhi semangat kolaborasi, kemitraan dan partisipasi luas seluruh stakeholder kota.
Baca Juga: PWI Agara Sesalkan Kajari Kurang Bermitra, Minta Komisi III DPR Aceh Evaluasi